DEFINISI

Stres adalah perasaan yang umumnya dapat kita rasakan saat berada di bawah tekanan, merasa kewalahan, atau kesulitan menghadapi suatu situasi. Lazarus dan Folkman mendefinisikan stres sebagai respons individu terhadap tuntutan atau ketidakmampuan menghadapi situasi yang dianggap mengancam atau membahayakan. Stres dalam batas tertentu bisa berdampak positif dan memotivasi kita untuk mencapai suatu tujuan, seperti mengerjakan tes atau berpidato. Namun, stres yang berlebihan, apalagi jika terasa sulit dikendalikan, dapat berdampak negatif terhadap suasana hati, kesehatan fisik dan mental, dan hubungan kita dengan orang lain.

PREVALENSI

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi gangguan jiwa berat di kalangan penduduk Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan sejak Riskesdas 2013, meningkat dari 1,7‰ menjadi 7‰. Begitu pula dengan gangguan mental emosional, yang naik dari 6% menjadi 9,8% dari total populasi. Provinsi Aceh dan Yogyakarta dikenal sebagai daerah dengan prevalensi tertinggi, mencapai 2,7‰ pada Riskesdas 2013. Namun, angka tersebut melonjak tajam menjadi 9‰ pada Riskesdas 2018. Stres diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi pada meningkatnya gangguan mental.

Survei di Amerika menunjukkan bahwa kelompok usia milenial (18-33 tahun) dan generasi X (34-47 tahun) memiliki tingkat stres tertinggi (American Psychological Association [APA], 2012). Rentang usia ini, termasuk dalam kategori dewasa muda, yaitu 20 hingga 40 tahun adalah periode yang rentan mengalami stres. Di masa ini, individu menghadapi tantangan produktivitas, eksplorasi, dan tuntutan dari lingkungan sekitarnya, yang dapat berdampak pada kelelahan fisik dan mental.

PENYEBAB

Penyebab stres dapat bervariasi, tetapi terdapat tiga faktor utama yang umumnya menjadi pemicu stres, yaitu dari lingkungan rumah tangga, lingkungan sekolah, dan lingkungan kerja.

Stres merupakan pengalaman yang sangat individual bagi setiap individu, dan sumber stresnya pun beragam. Dampak dari stres sangat bergantung pada persepsi individu terhadap situasi yang dihadapi. Hampir semua orang mengalami stres pada suatu titik dalam hidup mereka, namun sebagian mengalami stres lebih sering daripada yang lain, dan ada juga yang kesulitan dalam mengatasi efeknya.

Tanda dan Gejala

Gelisah, muka pucat, berdebar hingga menimbulkan keluhan fisik seperti sakit kepala, sakit perut, mual, dsb.

DAMPAK

Dampak stres dalam kehidupan sering kali terjadi ketika individu menghadapi situasi yang tidak dapat diprediksi, tidak terkendali, atau melebihi kapasitas yang dimiliki. Tingkat stres yang dialami oleh seseorang tercermin dari respons terhadap peristiwa stres, yang dipengaruhi oleh faktor objektif dari peristiwa tersebut, proses koping individu, dan faktor kepribadian.

Ketidakmampuan dalam mengelola stres dapat berdampak negatif pada perilaku, kesehatan fisik, dan kesehatan psikologis individu. Dampaknya terhadap perilaku bisa mencakup kebiasaan makan berlebihan, konsumsi makanan tidak sehat, minum alkohol, dan merokok. Di sisi psikologis, stres bisa menyebabkan depresi, kecemasan, perilaku berisiko terhadap diri sendiri, munculnya pemikiran atau perasaan bunuh diri, dan perasaan kesepian.

Selain dampak-dampak tersebut, stres juga mempengaruhi kesejahteraan individu secara keseluruhan. Penelitian oleh Nezlek, Krejtz, Rusanowska, dan Holas pada tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan individu cenderung lebih tinggi saat mereka mengalami stres yang lebih sedikit, dibandingkan dengan ketika mereka mengalami stres yang lebih banyak.

TATALAKSANA

Cara mengatasi stres dan mencapai jiwa yang sehat

  1. bicarakan keluhan dengan seseorang yang dapat dipercaya
  2. melakukan kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan
  3. menjaga kesehatan dengan olahraga/latihan fisik, terpapar sinar matahari secara teratur, tidur cukup, makan gizi seimbang, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
  4. kembangkan hobi yang bermanfaat
  5. meningkatkan ibadah mendekatkan diri pada Tuhan
  6. Berpikir positif
  7. Tenangkan pikiran dengan relaksasi

DETEKSI DINI

Deteksi dini digunakan untuk mencegah gejala semakin memberat. Self-Reporting Questionnaire (SRQ) ialah kuesioner dan dikembangkan World Health Organization (WHO) dengan tujuan skrining gangguan psikiatri untuk kebutuhan penelitian. Tujuan khususnya yaitu menilai butir-butir pertanyaan yang terbanyak dialami individu yang mengalami gangguan mental emosional, menilai butir-butir pertanyaan SRQ pada kelompok yang mengalami gangguan mental emosional dan tidak mengalami gangguan mental emosional, mengidentifikasi kelompok yang mengalami tanda gejala gangguan kognitif, cemas-depresi, somatik dan penurunan energi.

Instrumen skrining SRQ-29 tersebut mengikuti standar acuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan

Kita juga dapat melakukan teknik sederhana untuk membantu mengelola stres yang dinamakan Self-help salah satunya adalah mengelola napas; grounding; aktivitas fisik; dan Journaling. Apabila kesulitan mengelola stres seorang diri, jangan ragu untuk meminta bantuan profesional.

Berikut terlampir pilihan pilihan untuk sarana konsultasi maupun untuk deteksi dini:

  • 119 extension 8 bisa untuk akses kanal masalah kesehatan jiwa, semoga bisa membuat masyarakat terbebas dari masalah kesehatan jiwa yang bisa muncul
  • Kemenkes juga menyediakan Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567. Anda bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) [email protected].
  • Aplikasi Sehatpedia yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan dengan berbasis layanan telemedicine.
  • Aplikasi Sahabatku bisa diunduh di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku
  • Layanan konsultasi kesehatan jiwa juga disediakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) di laman resminya yaitu pdskji.org. Melalui laman organisasi profesi tersebut disediakan pemeriksaan secara mandiri untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa seseorang.
  • Yayasan Pulih (021) 78842580 atau email lewat [email protected]
  • Konsultasi bisa dilakukan lewat email [email protected] atau telepon (021) 96969293
 
 

Daftar Rujukan:

  1. Kemenkes P2PTM. 2016. Kelola Stress. Diakses 25 Agustus 2023. (https://p2ptm.kemkes.go.id/cerdik/kelola-stres)
  2. UNICEF Indonesia. 2022. Apa Itu Stress. diakses: 25 Agustus 2023. (https://www.unicef.org/indonesia/id/kesehatan-mental/artikel/stres)
  3. World Health Organization. 2020. Hal-hal yang perlu dilakukan saat stree. diakses: 25 Agustus 2023. (https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/hal-yang-perlu-dilakukan-saat-stres.pdf?sfvrsn=7d198c2a_2)