TUJUAN: Mengidentifikasi faktor risiko sebelum gejala muncul, memungkinkan pengobatan lebih awal, dan mengurangi tingkat kesakitan dan kematian. Ini juga membantu mengurangi biaya pengobatan dan klaim asuransi kesehatan. Program GERMAS bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dan mendorong pengendalian perilaku berisiko, serta penemuan faktor risiko fisiologis PTM seperti kelebihan berat badan dan tekanan darah tinggi. Germas juga mendukung program deteksi dini dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat, serta upaya untuk mencegah komplikasi dan kematian prematur akibat PTM seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Program ini juga mendorong pemeriksaan diri untuk deteksi dini kanker leher rahim dan payudara menggunakan tes Inspeksi Visual Asam Asetat atau IVA/ pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS oleh tenaga kesehatan terlatih (https://sehatnegeriku.kemkes.go.id).
Pemeriksaan kesehatan rutin adalah salah satu langkah dalam mencegah berbagai penyakit. Salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia adalah kurangnya pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan. Sebagian masyarakat belum memahami tentang berbagai penyakit, cara pencegahannya, dan penanganannya. Ini menjadi hal yang penting untuk diatasi, karena dengan pengetahuan tentang kesehatan, masyarakat dapat menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. Salah satu contohnya adalah kurangnya perhatian pada pemeriksaan kolesterol. Kolesterol tinggi, atau hiperkolesterolemia, terjadi ketika kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Kolesterol adalah lemak yang sebagian besar diproduksi oleh hati dan sebagian kecilnya berasal dari makanan. Kondisi kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke dan serangan jantung, karena penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah.
Banyak orang jarang atau bahkan tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala atau medical check-up (MCU). Akibatnya, banyak penyakit yang baru terdeteksi saat sudah dalam kondisi parah atau bahkan terlambat untuk ditangani. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, hanya 3 dari 10 orang penderita penyakit tidak menular yang terdeteksi, sementara sisanya tidak menyadari bahwa mereka sakit. Lebih lanjut, sekitar 70 persen penderita kanker baru terdeteksi pada stadium lanjut karena seringkali tidak menunjukkan gejala pada stadium awal. Upaya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan berkala dapat mencegah keparahan penyakit tersebut.
Menurut Tam T. Ngo dkk pada tahun 2021 ., pemeriksaan kesehatan rutin memberikan manfaat yang signifikan dalam memberikan informasi tentang status kesehatan, mendeteksi penyakit secara dini, dan merencanakan pengobatan yang tepat waktu. Ini dapat mengurangi biaya rawat inap di masa depan dan meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup. Dengan demikian, pemeriksaan kesehatan rutin tidak hanya penting untuk mendeteksi penyakit secara dini, tetapi juga untuk mencegah kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit yang tidak terdeteksi.
Menurut penelitian Hee Yun Lee dkk tahun 2023 ., literasi kesehatan dan tingkat pendidikan mempengaruhi kemungkinan seseorang untuk menjalani pemeriksaan tahunan. Mereka menemukan bahwa orang dewasa muda yang kesulitan mencari informasi kesehatan cenderung tidak mencari bimbingan medis, sedangkan kelompok usia lanjut yang mengalami kesulitan memahami informasi kesehatan cenderung lebih termotivasi untuk menjalani pemeriksaan fisik dan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan. Intervensi kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan berdasarkan kelompok umur dianggap sebagai langkah awal untuk mendorong pemeriksaan rutin.
Berikut adalah topik PTM yang menjadi fokus germas cerdik:
