Rokok adalah hasil olahan daun tembakau dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Merokok dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar kita. Dampak rokok juga bukan hanya pada sektor kesehatan, tapi juga keuangan.

Di Indonesia, kematian akibat kanker paru merupakan persentase kematian terbanyak ke-2 setelah kanker payudara sebanyak 15.9% di mana prevalensi laki-laki menempati urutan pertama sebanyak 25.8 per 100.000 penduduk, dan wanita di urutan ke 5. Hal ini akibat belum adanya deteksi dini kanker paru sehingga ketika diketahui biasanya sudah stadium lanjut. Di dunia kematian akibat kanker menjadi penyebab kematian pertama di antara seluruh kejadian kanker prosentase 19% dengan laki laki menempati urutan pertama dan wanita menempati urutan ke-2 setelah kanker payudara.

Kanker paru-paru disebabkan dari banyak faktor risiko seperti faktor risiko tidak dapat dikendalikan: usia, jenis kelamin, genetik. Selanjutkan faktor risiko yang dapat dikendalikan : rokok, randon, polutan indoor dan outdoor, karsinogen di makanan maupun lingkungan sekitar, penyakit paru kronik.

Upaya utama untuk mengendalikan kanker paru ini salah satunya yaitu dengan “Enyahkan asap rokok”  dimana perokok aktif maupun pasifnya memiliki risiko mengalami kanker paru sama besarnya.

  1. Rokok filter / kretek
    Tembakau dan bahan tambahan lain yang digulung atau dilinting dengan kertas baik dengan tangan maupun menggunakan mesin. 
  2. Cerutu
    Tembakau murni dalam bentuk lembaran yang menyerupai rokok.
  3. Shisha (Rokok Arab)
    Tembakau yang dicampur dengan aroma atau perasa buah – buahan dan rempah – rempah yang dihisap dengan alat khusus. 
  4. Pipa atau Cangklong
    Tembakau yang dimasukkan ke dalam pipa. 
  5. Rokok Elektronik
    Merupakan suatu alat yang berfungsi seperti rokok, tidak menggunakan atau membakar daun tembakau, mengubah cairan menjadi uap yang dihirup ke paru, mengandung nikotin, zat kimia lain, perisa (flavour), bersifat toksik (beracun) Istilah di pasaran : rokok elektrik, vapour, vape, electric smoke, e-cigarette, smart cigarette, personal vaporizer (pv).

    Kandungan Rokok Elektrik
    1. Nikotin
    2. Nitrosamine (TSNa)
    3. Glycol, gliserol
    4. Aldehyde, Formaldehyde
    5. Acrolein, otoluidine, 2-naphthylamine
    6. Logam dan heavy metals
    7. Particulate Matter (PM)/ UFP

Kata lain rokok elektrik:

Persamaan rokok elektrik dengan rokok bakar

Perbedaanya

Rokok elektronik berpotensi meningkatkan adiksi terhadap nikotin dan produk tembakau. 

Rokok elektronik diperkirakan menjadi “pintu masuk obat-obatan (Gateway drugs)” — artinya pemakai rokok elektrik dapat membuat seseorang menjadi pengguna seterusnya dan menjadi adiksi serta berpotensi menggunakan obat lain seperti kokain, hal ini berkaitan dengan semakin banyaknya pengguna rokok elektrik di beberapa negara  

WHO pada saat konferensi WHO Framework Convention on Tobacco Control tahun 2014, menemukan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyatakan rokok elektronik dapat membantu seseorang untuk berhenti merokok. 

Begitu juga dengan The Food and Drug Administration (FDA) tahun 2019, tidak menemukan rokok elektrik aman dan efektif untuk membantu perokok berhenti merokok. Nikotin yang sangat tinggi dari rokok elektrik dapat membuat mereka lebih susah berhenti merokok 

Merokok dikenal sebagai penyebab utama kematian dini yang dapat dihindari. Individu yang merokok memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit kronis, seperti aterosklerosis, di mana lemak menumpuk di arteri dan dapat menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

Secara keseluruhan, merokok mempersingkat angka harapan hidup seseorang secara signifikan. Studi menunjukkan bahwa perokok jangka panjang mungkin mengalami penurunan usia harapan hidup sebanyak 10 hingga 17,9 tahun dibandingkan dengan non-perokok.

Merokok juga menjadi faktor risiko utama bagi berbagai penyakit tidak menular (PTM), termasuk penyakit paru obstruktif kronik, kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, dan stroke.

Berikut macam – macam bahayanya merokok:

  1. Tekanan darah tinggi
  2. Penyakit jantung dan stroke
  3. Asma, penyakit paru obstruktif kronik.
  4. Tukak lambung, radang usus besar.
  5. Kanker paru, kanker payudara, kanker lambung, kanker usus.
  6. Pada rokok elektrik terdapat zat toksik dan karsinogenik
  7. Menimbulkan kecanduan
  8. SIDS pada bayi akibat pneumonia karena menghirup asap rokok.
  9. Bayi lahir mati akibat perempuan sebagai perokok aktif maupun pasif.
  • Hindari berkumpul dengan teman-teman yang sedang merokok
  • Yakinlah bahwa rokok bukan satu-satunya sarana pergaulan
  • Jangan malu mengatakan bahwa diri kita bukan perokok
  • Perbanyak mencari informasi tentang bahaya rokok
  • Hindari sesuatu yang terkait dengan rokok (sponsor, iklan, poster, rokok gratis)
  • Lakukan hal-hal positif lainnya seperti olahraga, membaca dan lainnya yang menyehatkan
  1. Motivasi
    Bulatkan tekad dan tujuan Anda berhenti merokok. 
  1. Metode berhenti
    Berhenti seketika (total), menunda merokok pertama, atau mengurangi jumlah rokok per hari secara bertahap. 
  1. Tahan diri
    Menahan keinginan merokok dengan menunda merokok. 
  1. Olahraga
    Berolahraga secara teratur, minimal 3x seminggu selama 15 – 30 menit. 
  1. Dukungan
    Mintalah dukungan dari keluarga dan sahabat. 
  1. Konsultasi
    Konsultasikan dengan Dokter atau tenaga kesehatan lainnya. 
  2. Cara Kesehatan Tradisional mengurangi keinginan merokok dengan melakukan akupresur dengan penekanan sebanyak 30 kali pada 20-30 menit sebelum waktu kebiasaan merokok di lokasi-lokasi tertentu

Upaya kampanye untuk menghentikan kebiasaan merokok menjadi semakin mendesak untuk diterapkan. Kampanye dan pendidikan yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan menjadi sangat penting sebagai langkah untuk menghentikan kebiasaan merokok dan mencegah peningkatan jumlah perokok baru.

Akses terhadap layanan quitline berhenti merokok dan telemedicine juga menjadi bagian dari strategi yang bisa dimanfaatkan oleh perokok untuk berinteraksi dengan konselor atau dokter atau tenaga kesehatan lain yang menyediakan dukungan dan motivasi psikologis. Selain itu, perokok juga bisa mengakses berbagai materi pendidikan dan video motivasi yang tersedia di internet.

Sesi pelatihan juga dapat diadakan bagi para profesional kesehatan, mengacu pada model WHO 5A untuk berhenti merokok, yang mencakup langkah-langkah seperti bertanya, memberikan saran, menilai, memberikan bantuan, dan mengatur, atau menggunakan pendekatan model 4T, yaitu tanyakan, telaah, tolong, dan nasihati, serta melakukan tindak lanjut dalam membantu upaya berhenti merokok.

Dalam rangka Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PPTM), di puskesmas sudah ada yang melakukan skrining kandungan karbon monoksida (CO) dalam tubuh perokok dengan alat CO Analyzer. Skrining bisa dengan menyasar bekerjasama dengan sekolah-sekolah di daerah tersebut untuk mendeteksi dini kadar CO pada anak sekolah maupun pada bapak ibu guru dan staf. Kadar CO yang melebihi normal akan dilakukan pendidikan kesehatan untuk melangsungkan upaya berhenti merokok (UBM). Kadar CO dalam pernapasan normalnya kurang dari 3 ppm dan kadar CO dalam darah normalnya kurang dari 0,85 % FCOHb. Kelemahan CO Analyzer memang demikian, apabila merokok terakhir dilakukan > 24 jam, maka tidak akan didapatkan kadar CO yang tinggi. Alat tersebut hanya dapat mendeteksi bagi yang merokok < 24 jam. Namun dengan alat ini sudah bisa untuk deteksi dini keadaan perokok aktif maupun pasif.

Daftar Rujukan