DEFINISI
Menurut Fairuzah (2013), makanan adalah segala jenis bahan yang bermanfaat dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, serta memberikan rasa kenikmatan dan kenyang. Makanan yang sehat adalah bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang penting untuk kesehatan.
Pengaturan keseimbangan energi harus menjadi bagian dari gaya hidup sepanjang hidup, bukan hanya sebagai program sementara. Ketidakseimbangan energi, di mana asupan kalori melebihi pengeluaran energi, dapat menyebabkan penumpukan lemak dan akhirnya obesitas. Oleh karena itu, individu yang mengalami obesitas perlu mengadopsi perubahan gaya hidup yang berkelanjutan sepanjang hidupnya.
Kebutuhan akan energi dan nutrisi tergantung pada faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik, dan iklim. Angka kecukupan gizi (AKG) merupakan jumlah nutrisi yang harus dipenuhi oleh setiap individu yang ingin menjaga kesehatannya. AKG juga berguna sebagai panduan dalam menentukan label gizi pada makanan kemasan.
GAYA HIDUP SEHAT PASCA PANDEMI
Gaya hidup adalah keseluruhan pola kehidupan seseorang yang mencakup aktivitas, pendapat, ketertarikan, dan interaksi mereka dengan lingkungan sekitar. Memilih untuk menjalani gaya hidup sehat dianggap sebagai pilihan yang positif, terutama setelah pandemi Covid-19. Banyak masyarakat di Indonesia mulai mengadopsi gaya hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka dan menjaga kesehatan secara keseluruhan, serta mempertahankan bentuk tubuh yang proporsional. Salah satu cara yang populer untuk menjaga kesehatan adalah melalui konsumsi makanan sehat.
Pasca pandemi, minat terhadap gaya hidup sehat dan makanan sehat semakin meningkat di kalangan masyarakat. Banyak orang mulai mengonsumsi makanan sehat sebagai langkah awal dalam mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat. Hal ini menandai tren yang berkembang di masyarakat saat ini, di mana perhatian terhadap kesehatan dan nutrisi semakin diperhatikan dengan serius.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN KALORI
Berapa kebutuhan kalori kita per hari?
- Ketahui Tinggi badan (Tb) dalam satuan centi (cm)
- Ketahui Berat badan (Bb) dalam satuan kilo (kg)
- Ketahui berat badan ideal (BBI) : BBI = (TB-100)-(10% x (TB-100))
- Ketahui kebutuhan Kalori Basal (KKB)
Laki-laki = 30 kkal x BBI
Perempuan = 25 kkal x BBI
- Ketahui Kebutuhan Kalori total (KKT)
KKT = KKB + % KKB aktivitas fisik – % KKB faktor koreksi
contoh: % aktifitas
- aktivitas ringan : membaca 10%, menyetir 10%, berjalan 20%
- aktivitas sedang : menyapu 20%, jalan cepat 30%, bersepeda 30%
- aktivitas berat : mendaki 40%, senam aerobik 40%, jogging 40%
Gizi Seimbang
Susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi
Pedoman terkait gizi seimbang dapat ditemukan di PMK no. 41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang
4 PILAR GIZI SEIMBANG
Mengonsumsi anekaragam pangan
Yang dimaksudkan beranekaragam dalam prinsip ini selain keanekaragaman jenis pangan juga termasuk proporsi makanan yang seimbang, dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan dilakukan secara teratur. Contohnya, saat ini dianjurkan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan dibandingkan dengan anjuran sebelumnya. Demikian pula jumlah makanan yang mengandung gula, garam dan lemak yang dapat meningkatkan resiko beberapa penyakit tidak menular, dianjurkan untuk dikurangi.
Membiasakan perilaku hidup bersih
Budaya perilaku hidup bersih akan menghindarkan seseorang dari keterpaparan terhadap sumber infeksi. Contoh:
a). Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum dan sesudah berkegiatan (makan minum, memasak, menyiapkan asi, bab, bak, dll) akan menghindarkan terkontaminasinya tangan dan makanan dari kuman
b). Menutup makanan yang disajikan akan menghindarkan makanan dihinggapi lalat dan binatang lainnya serta debu yang membawa berbagai kuman penyakit penyakit
c). Selalu menutup mulut dan hidung bila bersin atau batuk, agar tidak menyebarkan kuman penyakit. (ikuti etika batuk/bersin yang sudah dianjurkan)
d). Selalu menggunakan alas kaki agar terhindar dari penyakit kecacingan
Melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik memerlukan energi. Selain itu, aktivitas fisik juga memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh termasuk metabolisme zat gizi. Oleh karenanya, aktivitas fisik berperan dalam menyeimbangkan zat gizi yang keluar dari dan yang masuk ke dalam tubuh.
Memantau Berat Badan (BB) secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal
Bagi dewasa salah satu indikator mencapai gizi seimbang adalah dengan BB normal, untuk mencapainya orang dewasa perlu tau dulu indikator yang dikenal dengan Indeks Masa Tubuh (IMT). Oleh karena itu, pemantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya
Anjuran Gizi Seimbang
Mengikuti pola makan isi piringku dan isi piring model T. Isi piring terdiri dari sumber karbohidrat (nasi, mie, roti, pasta, singkong, dll) dan jumlah bahan makanan sumber protein setara dengan jumlah bahan makanan sumber karbohidrat. Sayur dan atau buah minimal harus sama dengan jumlah karbohidrat ditambah protein.
Model T yaitu menjelaskan isi piringku yaitu:
- 1/4 dari piring = karbohidrat (nasi, roti, pasta, singkong, kentang, dll),
- 1/4 piring lainnya berisi protein (ikan, ayam, telor, daging, dll),
- sisanya yaitu 1/2 piringku berisi sayuran dan buah
Anjuran gula, garam, lemak
- Konsumsi gula per harinya 50gram atau setara 4 sendok makan
- Konsumsi garam per harinya 5gram atau setara 1 sendok teh
- Konsumsi lemak per harinya 5 sendok makan
Daftar Rujukan
Kemenkes P2PTM. 2015. Pedoman Umum Pengendalian Obesitas. Diakses pada 20 Agustus 2023. (https://extranet.who.int/ncdccs/Data/IDN_B11_Buku%20Obesitas-1.pdf)
Kemenkes P2PTM. 2016. Diet Seimbang. Diakses pada 20 Agustus 2023 (https://p2ptm.kemkes.go.id/cerdik/diet-seimbang)
Kemenkes. Epidemi Obesitas. Dalam jaringan diakses pada 20 Agustus 2023 (https://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/N2VaaXIxZGZwWFpEL1VlRFdQQ3ZRZz09/2018/02/FactSheet_Obesitas_Kit_Informasi_Obesitas.pdf)
Permenkes No. 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji
PMK No.41 tahun 2014 tentang Gizi Seimbang
