Launching Program Vaksinasi Kabupaten Sleman

Tepat satu hari setelah vaksinasi COVID-19 secara resmi tingkat nasional, Kamis (14/01) Bupati Sleman secara resmi launching program vaksinasi COVID-19 Kabupaten Sleman. Acara yang bertempat di Puskesmas Ngemplak 2 ini diikuti pula oleh sepuluh orang tokoh untuk mendapatkan vaksinasi yang merupakan perwakilan dari berbagai unsur yaitu Bupati Sleman Sri Purnomo, Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana, Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto, Kepala Kejari Sleman Bambang Marsana, Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa’ban Nuroni, Anggota DPRD Sleman Ani Martanti dan dokter sekaligus pegiat media sosial dr.Tirta Mandira Hudhi. Sebagai orang pertama yang mendapatkan suntikan vaksin COVID-19, Bupati Sleman mengaku tidak merasakan gejala apapun setelahnya. “Setelah mendapatkan suntikan vaksin saya tidak merasakan gejala apa-apa” terang Sri Purnomo. Pernyataan ini disampaikan setelah melalui seluruh tahapan vaksinasi serta istirahat selama 30 menit. Sri Purnomo kembali menghimbau kepada warga masyarakat khususnya di Kabupaten Sleman agar turut mendukung upaya pengendalian COVID-19 dengan vaksinasi maupun menerapkan CITA MAS JAJAR (mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau handsanitizer, memakai masker, dan menjaga jarak).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan bahwa vaksinasi COVID-19 merupakan langkah strategis untuk memutus rantai penularan virus Corona dan diharapkan apabila 70% warga mendapatkan vaksin maka dapat membentuk kekebalan populasi atau herd immunity. Lebih lanjut Joko Hastaryo mengungkapkan bahwa pemberian vaksin COVID-19 dilakukan dalam beberapa tahapan. Adapun tahap pertama dilakukan vaksinasi terhadap sumber daya manusia kesehatan dengan alokasi yang telah ditetapkan Kemenkes RI sebesar 12.380 sasaran. Pelayanan pemberian vaksin di Kabupaten Sleman tersebar pada 52 fasilitas kesehatan dengan perincian 25 Puskesmas, 24 rumah sakit, dan 3 klinik. “Proses vaksinasi COVID-19 dilakukan di fasilitas kesehatan dan sesuai pedoman sehingga aman” tegas Joko.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *