Gerakan Bumil Sehat, Ikhtiar Turunkan Kematian Ibu dan Bayi

Preeklampsia atau gangguan hipertensi dalam kehamilan masih menjadi salah satu komplikasi medis yang membutuhkan perhatian serius. Apabila tidak dikenali dan ditangani secara tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi berat dan mengancam jiwa. Preeklampsia tidak hanya berisiko memicu komplikasi fatal pada ibu—seperti eklampsia, stroke, gangguan fungsi organ, perdarahan, hingga kematian—tetapi juga berdampak buruk bagi janin, mulai dari gangguan pertumbuhan, kelahiran prematur, hingga kematian janin dalam kandungan. Sebagai langkah nyata dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan Kabupaten SLeman berkolaborasi dengan RSUD Prambanan menggelar kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat Kamis (24/9). Acara ini berlokasi di Kompleks Candi Banyunibo, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman.

Dalam laporan yang disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Seruni Angreni Susila, MPH. memaparkan tujuan kegiatan yakni untuk meningkatkan kesiapsiagaan ibu hamil, suami atau pendamping, serta kader kesehatan dalam menjaga kehamilan tetap sehat sekaligus mencegah terjadinya keterlambatan penanganan komplikasi kehamilan dan persalinan. Kegiatan ini diikuti sebanyak 110 peserta, yang terdiri dari ibu hamil, pendamping ibu hamil (kader kesehatan, suami, dan keluarga), tenaga kesehatan dari Puskesmas dan Rumah Sakit, Praktik Mandiri Bidan (PMB) serta klinik jejaring, dan perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Ir. Dwi Anta Sudibya, M.T. menekankan pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil secara optimal agar mampu melahirkan bayi yang sehat tanpa komplikasi, sebagai landasan penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia menuju generasi Indonesia Emas 2045.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Yoga Ibu Hamil yang dipandu langsung oleh instruktur berpengalaman dari RSUD Prambanan dengan tetap memprioritaskan kondisi serta keamanan para ibu hamil. Suasana segar di sekitar kompleks candi menambah ketenangan peserta selama bersenam dan berlatih pernapasan. Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan edukasi Dokter Spesialis Obsgin dari narasumber ahli dari RSUD Prambanan. Dalam kesempatan ini terdapat sesi tanya jawab Dokter, sehingga ibu hamil, suami, pendamping, serta kader aktif berdiskusi dan berkonsultasi langsung seputar kehamilan. Tak kalah penting, dalam rangkaian acara ini peserta mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang diberikan oleh Puskesmas Prambanan.

Kegiatan ditutup dengan sesi Penguatan Peran Kader. Dalam sesi ini, para kader kesehatan dibekali pemahaman mendalam terkait pentingnya pendampingan melekat kepada ibu hamil serta langkah sigap menghubungkan ibu dan keluarga dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila ditemukan gejala risiko tinggi. Melalui sinergi antara ibu hamil, keluarga, kader, dan tenaga medis dalam Gerakan Ibu Hamil Sehat ini, diharapkan kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat demi terwujudnya kehamilan yang aman, persalinan yang selamat, serta ibu dan bayi yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *