Jelang peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus gencarkan edukasi bahaya paparan asap rokok terhadap kesehatan. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yakni Dialog Interaktif melalui radio. Adapun tema yang diangkat yakni Rokok Elektrik: Tren Berbahaya Mengancam Kesehatan Generasi Muda. Tema ini diangkat karena data dan fakta dari berbagai sumber menunjukkan mengikatnya tren penggunaan rokok elektrik yang memiliki risiko kesehatan sebagaimana rokok konvensional. Hadir sebagai narasumber dr. Esti Kurniasih selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman dan dr. Hendris Utama Citra, Sp.P dari RSUD Prambanan. Rokok elektronik atau vape adalah produk yang saat ini sedang marak dan disinyalir menjadi salah satu produk perantara untuk mulai merokok (smoking initiation) terutama di kalangan anak muda dan remaja. Peningkatan perokok pemula di kalangan generasi muda tak terkendali. Berdasarkan data BPOM (2017), jumlah anak yang menjadi perokok di Indonesia terus meningkat dalam 10 tahun terakhir. Prevalensi perokok anak usia 0-14 tahun meningkat dari 9,5% pada tahun 2001 menjadi 17,5% pada tahun 2010. Sedangkan, prevalensi perokok remaja usia 14-19 tahun meningkat 12,7% pada tahun 2001 menjadi 20,3% di 2010. Selanjutnya lebih lengkap ikuti dalam dialog pada
Hari : Senin
Tanggal: 20 Mei 2024
Radio: Star Jogja 101.3 FM
Pukul 14.00 – 15.00 WIB
Selengkapnya simak juga disini
