Waspada Super Flu, Dinkes Sleman Imbau Masyarakat Perketat PHBS

SLEMAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap persebaran virus Influenza A(H3N2) varian terbaru atau yang secara awam disebut sebagai “Super Flu”. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sleman, dr. Khamidah Yuliati, MMR, dalam dialog interaktif bersama Radio Star Jogja, Selasa (13/01).

Dalam dialog tersebut, dr. Yuli memaparkan bahwa virus Influenza A(H3N2) Subclade K ini mulai menjadi perhatian global sejak diidentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025. Hingga akhir tahun 2025, virus ini telah menyebar di lebih dari 80 negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga Desember 2025, situasi nasional dinyatakan masih terkendali meski tren kasus global meningkat. Di Indonesia sendiri, tercatat 62 kasus Subclade K yang tersebar di 8 provinsi melalui surveilans sentinel ILI–SARI.

“Data menunjukkan mayoritas kasus menyerang kelompok perempuan dan anak-anak. Meski di Indonesia tren kasus secara umum menurun, kita tidak boleh lengah karena Subclade K ini memiliki tingkat keparahan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan subclade lainnya,” jelas dr. Yuli.

Masyarakat diminta mengenali tanda-tanda Super Flu yang meliputi:

  • Demam tinggi,

  • Batuk,

  • Pilek,

  • Sakit tenggorokan,

  • Sakit kepala,

  • Nyeri otot, serta

  • Rasa lelah yang ekstrem.

Pada kasus berat, virus ini dapat memicu komplikasi serius, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit kronis (komorbid), serta individu dengan imunitas rendah.

Sebagai upaya antisipasi khususnya di wilayah Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan mandiri melalui:

  1. Penerapan PHBS: Menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam keseharian.

  2. Kebersihan Tangan: Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

  3. Penggunaan Masker: Terutama saat sedang sakit atau berada di tengah kerumunan.

  4. Etika Batuk: Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar untuk mencegah droplet.

  5. Vaksinasi: Melakukan vaksinasi influenza tahunan sebagai perlindungan tambahan yang sangat direkomendasikan bagi kelompok rentan.

“Kami mengimbau warga Sleman untuk tetap tenang namun tetap proaktif menjaga daya tahan tubuh dengan gizi seimbang dan istirahat yang cukup. Jika mengalami gejala flu yang memberat, segera akses layanan kesehatan di Puskesmas terdekat agar segera mendapat penanganan medis,” pungkas dr. Yuli di akhir sesi dialog. Melalui surveilans yang terus diperketat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus demi memastikan keamanan dan kesehatan seluruh warga Sleman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *