Memasuki pertengahan tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengingatkan kembali pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pasalnya, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian di wilayah Sleman.
Data yang dihimpun dari Januari hingga minggu ke-23 bulan Juni 2025 mencatat sebanyak 272 kasus DBD terjadi di berbagai kapanewon. Kabar baiknya, tidak ada kasus kematian yang tercatat selama periode ini. Ini tentu hasil kerja sama antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
Ngaglik Tertinggi, Kalasan Terendah
Dari 17 kapanewon di Sleman, wilayah Ngaglik mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 33 kasus, disusul oleh Gamping (26 kasus), Seyegan (25 kasus), dan Moyudan (22 kasus). Sementara itu, Kalasan menjadi wilayah dengan kasus terendah, hanya 1 kasus.
Apa Itu DBD?
DBD disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya bisa berupa demam tinggi, nyeri otot, dan bintik-bintik merah pada kulit. Jika tidak ditangani dengan tepat, DBD dapat menjadi penyakit serius yang mengancam jiwa.
Cegah DBD dengan Cara Sederhana
Agar DBD tidak semakin menyebar, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan di rumah, seperti:
- Membersihkan lingkungan – Jangan biarkan ada genangan air di halaman atau saluran air.
- Kelola sampah dengan baik – Buang sampah pada tempatnya dan manfaatkan daur ulang.
- PHBS – Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, seperti rajin cuci tangan dan konsumsi makanan sehat.
- Lakukan 3M Plus – Menguras, Menutup, Mendaur ulang plus upaya tambahan seperti menggunakan lotion anti nyamuk, memasang kelambu, atau menaburkan larvasida.
Yuk, Kita Bisa Cegah DBD!
Kita semua bisa berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat. DBD bukanlah takdir—ia bisa dicegah jika kita bersama-sama menjaga lingkungan.
Ingat, satu rumah bersih bisa melindungi satu kampung dari nyamuk!
Mari jadikan Sleman bebas DBD mulai dari rumah kita sendiri.
