Guna memperkuat pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melalui Bidang Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan pelatihan terhadap seluruh fasilitas kesehatan swasta baik Rumah sakit, Bidan praktek swasta maupun klinik yang terbagi sebanyak empat angkatan. Faskes yang diikutsertakan setiap angkatan sebanyak 20 Faskes. Sedangkan seluruh puskesmas di Kabupaten Sleman sudah menerapkan aplikasi ini. Sebagian rumah sakit yang telah menerapkan aplikasi SIM KIA Sembada juga diundang pada angkatan pertama untuk mengikuti evaluasi dan memotivasi faskes lain agar menggunakan aplikasi ini. Acara yg bertajuk Evaluasi dan Bimtek SIM KIA Sembada ini berlangsung di Hotel Prima SR Sleman mulai tanggal 25-28 Februari 2019. dr. Wisnu Murti, MSc. selaku Kabid Kesmas menuturkan bahwa SIM KIA Sembada merupakan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Ibu Anak yang dirintis bidang Kesmas sebagai pengganti Kohort manual pelaporan hasil pelayanan KIA. Sistem pencatatan melalui Kohort manual ini setelah dievaluasi menambah beban pekerjaan petugas di fasilitas kesehatan. Sehingga dibuatnya aplikasi ini nantinya akan menjadi pengganti sistem pencatatan model lama atau dalam istilah lain dapat disebut dengan kohort elektronik. “Kelebihan kohort diantaranya yakni seorang ibu hamil atau bayi akan diikuti terus perkembangan kesehatannya sehingga dapat dilihat apakah mereka sudah mendapatkan semua pelayanan sesuai standar. Selain itu juga dapat mendeteksi risiko tinggi sejak dini sehingga dapat diambil tindakan yang tepat” tegas Wisnu.
Kegiatan ini diisi oleh narasumber dari Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Kesehatan Sleman. Dalam ulasannya, Kadinkes, dr. Joko Hastaryo, M.Kes. memaparkan bahwa SIM KIA Sembada ini sejak di Launching pada Puncak Hari kesehatan Nasional November 2018 oleh Wakil Bupati Sleman kemarin, mendapatkan tanggapan yang positif dari faskes-faskes di Kabupaten Sleman. Daya terima Faskes terhadap sistem ini cukup besar. Hal ini terbukti dari kami pemberian penghargaan terhadap 4 Rumah sakit, Klinik dan Bidan yang telah dengan maksimal menggunakan aplikasi ini dalam sistem pencatatan pelaporan pelayanan KIA nya. Rumah sakit tersebut Antara lain: RS Sakinah Idaman, RSUD Prambanan, RSIY PDHI, RS UGM, Klinik SWA, Klinik Widuri, serta bidan Ernawati. Daya terima faskes yang cukup besar ini selain karena kemudahan aplikasi ini juga karenan terpadu dengan Pelayanan Gizi dan imunisasi Balita.

