Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang bisa disembuhkan. Namun untuk penyembuhannya, diperlukan dukungan semua pihak, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Novita Krisnaeni, MPH, dalam pertemuan jejaring Tuberculosis (TBC) dengan layanan Swasta (Public Private Mix/PPM) yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Maret 2019 di Aula Aditya Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dengan sasaran perwakilan Fasyankes Swasta (klinik/RS Swasta). Pertemuan ini dilakukan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular TBC di wilayah Kabupaten Sleman.
Lebih lanjut Novita Krisnaeni menyampaikan bahwa penemuan TBC tidak lepas dari peran layanan swasta. Untuk itu layanan swasta diharapkan mampu melayani semua suspek TBC secara standar dan dapat dengan mudah diakses seluruh penderita TBC. Harapannya pengobatan TBC dapat berjalan secara optimal, sehingga mampu mencegah penyebaran dan terjadinya TBC Resistan obat di Masyarakat.
Pertemuan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan DIY, Suharna, SKM, MPH. Suharna menyampaikan bahwa Layanan TBC dilakukan dengan mekanisme pendekatan District-Based Public-Private Mix (DPPM). Mekanisme pendekatan DPPM dilakukan melalui tiga cara, yaitu pendekatan pemerintah dengan swasta (Program TB dengan faskes swasta), pendekatan pemerintah dengan pemerintah (program TB dengan lintas program/lintas sektoral), dan pendekatan swasta dengan swasta (Fasyankes swasta dengan apotik/laboratorium swasta, organisasi profesi, LSM). Lebih lanjut disampaikan, DPPM TBC di fasilitas kesehatan Pemerintah – Swasta berbasis Kabupaten/Kota adalah jejaring layanan TBC dalam satu kabupaten yang melibatkan fasilitas kesehatan melalui dukungan organisasi Profesi dan kemasyarakatan yang dikoordinasikan oleh pemerintah Kabupaten /kota melalui Dinas Kesehatan dengan layanan Swasta . Tujuannya agar semua fasilitas kesehatan yang menangani TBC berpartisipasi dalam jejaring, sehingga semua pasien TB dapat ditemukan dan diobati sesuai standar dan tercatat dalam SITB (Sistim Informasi Tuberkulosis).
