Sleman, 29 Juli 2025 – Dinkes Sleman gelar workshop bertajuk Kajian Pelayanan Kesehatan dan Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi di Rich Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di wilayah Sleman melalui pemetaan kemampuan layanan Rumah Sakit
Sebanyak 50 peserta hadir, terdiri dari 34 rumah sakit di Sleman, calon RS Indira, PERSI DIY, ARSSI, Dinkes DIY, dan berbagai tim teknis internal Dinkes Sleman. Workshop dipandu oleh Kurnia Yuliawati, S.Si, Apt, M.K.M, selaku Ketua Tim Kerja Registrasi, Lisensi, dan Mutu Pelayanan.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes membuka acara dengan menegaskan bahwa sistem rujukan di masa mendatang tidak lagi menggunakan pola berjenjang sebagaimana sebelumnya. Rumah sakit diharapkan segera memetakan kemampuan layanan mereka, apakah masuk dalam kategori dasar, madya, utama, atau paripurna sebagai fondasi untuk klasifikasi dan arah kebijakan pengembangan layanan kesehatan berbasis kompetensi.
Narasumber kedua, dr. Gregorius Anung Trihadi, MPH, memaparkan kebijakan percepatan implementasi klasifikasi rumah sakit berbasis kompetensi sesuai amanat UU No. 17 Tahun 2023 dan PP No. 28 Tahun 2024. Beliau menjelaskan bahwa klasifikasi ini akan ditentukan berdasarkan jenis pelayanan, sarana-prasarana, peralatan, serta kompetensi SDM, yang dipetakan melalui sistem RS Online dan divalidasi oleh otoritas berwenang.
Selanjutnya, dr. Darwito dari PERSI DIY memaparkan strategi rumah sakit dalam menyongsong sistem baru ini dengan mengembangkan produk layanan unggulan dan mengoptimalkan aset, SDM, serta sistem manajemen mutu. Ia menekankan pentingnya inovasi, efisiensi, serta integrasi antar rumah sakit untuk membangun jaringan layanan yang adaptif dan terpercaya, meskipun di tengah keterbatasan.
Paparan berikutnya disampaikan oleh dr. H. Bima Achmad Bina Nurutama, MPH., MQM dari ARSSI DIY, yang menyoroti tantangan rumah sakit swasta dalam menghadapi regulasi klasifikasi berbasis kompetensi. Ia menggarisbawahi perlunya kejelasan kebijakan, dukungan insentif fiskal, dan transisi yang adil agar RS swasta tidak terpinggirkan dan tetap mampu berkontribusi secara signifikan dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.
Workshop ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam mempersiapkan rumah sakit di Kabupaten Sleman menghadapi transformasi sistem rujukan berbasis kemampuan layanan. Dinas Kesehatan Sleman berkomitmen untuk terus memfasilitasi sinergi lintas sektor agar kualitas, aksesibilitas, dan efisiensi pelayanan kesehatan makin meningkat dan merata di seluruh wilayah.


