Dinkes Sleman Tingkatkan Kewaspadaan Dini Leptospirosis

Kamis (16/1), Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengadakan “Update Klinis / Update Knowledge Leptospirosis”. Acara yang diselenggarakan di RM Pringsewu ini menghadirkan 25 dokter klinis Puskesmas dan 27 dokter klinis dari Rumah Sakit di wilayah Kabupaten Sleman. Selaku narasumber dr. Doni Priambodo W, Sp.PD (K) membahas tentang Upaya dari Pengendalian dan Pencegahan Leptopspirosis. Adapun tujuan pertemuan adalah sebagai langkah kewaspadaan dini leptospirosis dalam memasuki musim penghujan. Berdasarkan Paparan Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Sleman, dr. Novi Krisnaeni, MPH, kasus leptospirosis tahun 2019 mencapai 31 kasus. Sedangkan pada Januari sampai dengan minggu ke 2 sebanyak 3 kasus.

Untuk diketahui bersama, menurut Kemenkes RI, Leptospirosis adalah penyakit bersumber dari binatang (zoonosis) yang bersifat akut. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Faktor risiko tersebut antara lain: a) kontak dengan air yang terkontaminasi kuman leptospira atau urine tikus; b) kontak dengan sungai atau danau dalam aktifitas mandi, mencuci atau bekerja di tempat tersebut; c) kontak dengan persawahan ataupun perkebunan (berkaitan dengan pekerjaan) yang tidak menggunakan alas kaki; d) kontak erat dengan binatang, seperti babi, sapi, kambing, anjing yang dinyatakan terinfeksi Leptospira; e) Terpapar atau bersentuhan dengan bangkai hewan, cairan infeksius hewan seperti cairan kemih, placenta, cairan amnion, dan lain-lain; f) memegang atau menangani spesimen hewan/ manusia yang diduga terinfeksi Leptospirosis dalam suatu laboratorium atau tempat lainnya; g) Pekerjaan atau melakukan kegiatan yang berisiko kontak dengan sumber infeksi, seperti dokter, dokter hewan, perawat, tim penyelamat atau SAR, tentara, pemburu, dan para pekerja di rumah potong hewan, toko hewan peliharaan, perkebunan, pertanian, tambang, serta pendaki gunung, dan lain-lain. Oleh sebab itu masyarakat hendaknya melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terutama cuci tangan memakai sabun dan memakai alat pelindung diri jika kontak dengan air dan tanah. Jika mengalami gejala berupa demam (>38 derajat celcius), nyeri kepala, mata merah, nyeri otot betis agar segera periksa di Puskesmas atau sarana pelayanan kesehatan terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *