Tim Verifikasi Penghargaan KBH dari Kemenkes RI yang diketuai oleh Sekertaris Jenderal Badan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Badan PPSDMK telah melakukan verifikasi calon penerima Penghargaan Ksatria Bhakti Husada untuk Bupati Sleman. Kunjungan lapangan dilakukan pada tanggal 13 – 14 Oktober 2014 diawali dengan presentasi dukungan Bupati Sleman di bidang Kesehatan yang difokuskan pada 3 kegiatan yaitu Pemberdayaan Anak dalam kepedulian pemberantasan penyakit DBD, Pelayanan Psikolog di semua Puskesmas dan Penerapan Pelayanan Akta Kelahiran melalui Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Hari kedua dilakukan kunjungan lapangan di dusun Ganjuran Triharjo Sleman mengenai pemberdayaan anak dalam kepedulian penanggulangan penyakit DBD (pemantauan jentik) yang tergabung dalam Tanggap Bocah (Tabo). Pada kesempatan tersebut berkumpul lebih dari 300 anak sebagai juru pemantau jentik (jumantik) dan 100 orang kader kesehatan sebagai motivator yang peduli dalam penanggulangan penyakit DBD. Kegiatan ini berdasarkan adanya SK Bupati nomor. 121/Kep.KDH/A/2012 tentang Kelompok Kerja Operasional Pemberantasan Demam Berdarah Dengue. Saat ini di Kecamatan Sleman 5 desa seluruhnya sudah memiliki kelompok kelompok anak peduli jentik (Tabo). Tabo ini telah dikembangkan di 8 (delapan) kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman dengan nama/sebutan yang berbeda.
Setelah dari Tabo, Tim diajak ke Puskesmas Sleman untuk melihat pelayanan psikolog di Puskesmas. Selanjutnya Tim diajak ke Puskesmas Mlati 2 untuk melihat sarasehan tenaga psikolog dalam pemberian pelayanan klinis dalam gedung maupun di masyarakat. Di samping itu Tim melihat pelayanan Akta Kelahiran di Puskesmas Mlati 2. Pada kesempatan tersebut diberikan akta kelahiran atas nama bayi Shifa yang lahir di Puskesmas tersebut. Data atas nama bayi Shifa Zulfi Listiani dimulai dari e-mail data pada pada hari Jum’at, 10 Oktober 2014 dan selesai pada hari Senin, 13 Oktober 2014. Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama.






