Sleman, 15 Juli 2025 – Sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penyakit menular yang ditularkan melalui vektor tikus, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melaksanakan aksi nyata pengendalian populasi tikus di setiap gedungnya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemasangan perangkap tikus (trap tikus) pada beberapa titik strategis meliputi gudang ruang perkantoran hingga sudut gedung dinas. Langkah ini merupakan bagian dari Program Pengendalian Faktor Risiko Lingkungan yang difokuskan pada pencegahan penyakit yang ditularkan melalui urin dan kotoran tikus.
Adapun tujuan utama dari kegiatan ini yakni untuk mengendalikan populasi tikus sebagai vektor penyakit, meningkatkan kesadaran di lingkungan internal tentang pentingnya menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan, serta mencegah risiko kejadian penyakit akibat vektor tikus di lingkungan kantor. Dinas Kesehatan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh lapisan masyarakat, termasuk lintas sektor dan instansi pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari penyakit. “Jika lingkungan bersih dan rapih, tikus tidak akan mudah berkembang biak. Harapannya, upaya yang kami lakukan juga dilaksanakan kantor lain hingga sekitar rumah masing-masing dengan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar dr. Khamidah Yuliati, M.M.R, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
Tikus merupakan hewan pengerat yang sangat adaptif dan memiliki kemampuan berkembang biak dengan sangat cepat, menjadikannya salah satu vektor penyakit yang paling berbahaya di lingkungan. Masa Reproduksi yang singkat dan produktif ditunjukkan dengan kemampan seekor tikus betina dapat melahirkan 5–10 kali dalam setahun dengan jumlah anak 4–12 ekor per kelahiran. Tikus menyukai tempat yang lembap, gelap, hangat, serta memiliki sumber makanan dan air. Mereka membuat sarang di sela-sela bangunan, saluran air, tumpukan sampah, gudang, atau lubang di tanah. Merujuk pada eberapa referensi, Tikus dapat menjadi vektor berbagai penyakit, seperti Leptospirosis, Hantavirus, Salmonellosis, hingga Pes. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengimbau seluruh masyarakat dan instansi pemerintah untuk:
- Menjaga kebersihan lingkungan kerja dan rumah,
- Tidak membiarkan tumpukan sampah atau bahan makanan terbuka,
- Menutup akses tikus masuk ke dalam bangunan,
- Melakukan pemantauan dan pengendalian rutin terhadap populasi tikus.
Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis partisipasi diharapkan dapat terwujud lingkungan bersih dan sehat serta terhindar dari ancaman penyakit menular berbasis lingkungan.
