Dinkes Promosikan Germas Dorong Kesadaran Cek Kesehatan dan Cegah Stroke

Sleman (26/2), Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman konsisten dalam mempromosikan kesehatan masyarakat melalui Gerakan masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Gerakan ini telah menjadi kebijakan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Sleman mengingat potential loss sosial dan ekonomi akibat beban ganda penyakit. Dalam sambutan pembukaan Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Takelmas, Cahya Prihantama, SKM., MPH., menegaskan pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat dan cek kesehatan untuk mencegah penyakit. “Kejadian penyakit utamanya Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro atau dikenal dengan KJSU menyebabkan tingginya biaya pelayanan kesehatan yang ditanggung masyarakat dan pemerintah serta menurunkan produktifitas. Penting untuk menerapkan hidup sehat dan rutin cek kesehatan sebagai upaya deteksi dini” terang Cahya.

Hadir dalam kegiatan ini sebanyak 50 peserta yang terdiri dari berbagai unsur meliputi TP PKK, Tokoh Agama NU, Muhammadiyah, Muslimat, Aisyah, kader kesehatan, Kelompok Informasi Masyarakat KIM), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi), Forum Anak Sleman (Forans) serta unsur masyarakat lainnya dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman. Peserta yang hadir antusias menerima materi dari dua narasumber yakni Siti Nurhayah Isfandiari, S.K.M., M.P.H, Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan DIY dan dr. Eni Nurhidayati, Sp.S., dokter spesialis saraf dari RSUD Sleman.

Dalam pemaparannya, Siti Nurhayah Isfandiari menjelaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang relevan dengan adanya Program Hasil Terbaik Cepat. Pemeriksaan Kesehatan Gratis atau sekarang menjadi Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan agar masyarakat tetap sehat dan tidak berlanjut menyebabkan timbulnya penyakit; 2. mendeteksi kondisi pra penyakit agar tidak berkembang menjadi penyakit; 3. mendeteksi penyakit lebih awal agar dapat diberikan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serta menurunkan risiko kecacatan dan kematian.

Sesi terahir yang tidak kalah menarik diisi oleh dokter ahli saraf yang mengupas seputar penyakit stroke. Stroke adalah kondisi serius yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak, baik karena sumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini memerlukan penanganan segera karena setiap menit yang berlalu bisa memperburuk kerusakan pada otak. Eni mengajak seluruh peserta untuk mengenali gejawa awal stroke dengan jargon”SeGeRa Ke RS” agar penanganannya tepat. Jargon ini memiliki kepanjangan Senyum Tidak Simetris (Se), Gerak Melemah (Ge), Bicara Tidak Jelas (Ra), Kebas atau Kesemutan (Ke), Rabun (R), Sakit Kepala Hebat (S). “Dengan mengenali tanda-tanda awal stroke, kita dapat segera mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko kecacatan jangka panjang” terang Eni. Acara yang berlangsung di Joglo RM Puri Mataram Sleman ini ditutup dengan komitmen bersama Germas dengan CKG dan jargon penanganan stroke “Time is Brain”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *