Tim Gerak Cepat Dinkes dan Linsek Berhasil Tangani Kejadian Keracunan Pangan

Minggu (9/2), Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menerima laporan adanya warga yang mengalami gejala mual, sakit perut, dan gejala lainnya dari salah satu wilayah kerja Puskesmas Tempel 1.  Laporan yang berasal dari RSUD Sleman tersebut langsung direspon cepat untuk ditindaklanjuti oleh Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Sleman. Tim mendatangi lokasi kejadian dan RSUD Sleman untuk memastikan adanya dugaan keracunan pangan.

Berdasarkan hasil rapid assessment TGC di lapangan memang benar telah terjadi keracunan pangan di salah satu padukuhan di Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel. Laporan awal menyimpulkan bahwa awal mula kejadian berasal dari acara hajatan pernikahan salah satu warga pada Hari Sabtu (8/2). Langkah cepat yang dilakukan adalah melakukan penanganan korban di sekitar lokasi kejadian bekerjasama dengan berbagai pihak terkait dan melakukan evakuasi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Penanganan di lokasi dengan membuka pos kesehatan dan mengamankan sampel penyebab keracunan. Pos kesehatan bertugas melakukan skrining dan triase yang bertujuan untuk memilah pasien sesuai kegawatannya untuk penanganan lanjutan (penanganan di tempat atau rujukan ke rumah sakit terdekat).

Guna menginvestigasi penyebab keracunan TGC melakukan Penyelidikan Epidemiologi secara menyeluruh. Tindakan yang dilakukan berupa wawancara kepada korban, inspeksi lingkungan, hingga inspeksi terhadap penjamah makanan. Berdasarkan temuan hasil investigasi dan hasil pemeriksaan laboratorium disimpulkan bahwa telah terjadi keracunan pangan di Padukuhan Krasakan Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel pada tanggal 9 Februari 2025. Sumber penyebabnya diduga berasal dari kontaminasi bakteri Salmonella Sp, Bacillus cerreus dan Escherichia coli yang terdapat dalam makanan yang disajikan pada acara hajatan pernikahan. Jumlah penderita mencapai 170 orang dengan rincian 118 orang menjalani rawat jalan, dan 52 orang menjalani rawat inap di rumah sakit. Saat ini seluruh pasien yang dirawat di rumah sakit telah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang. Keberhasilan dalam penanganan cepat dan tepat juga didukung berbagai elemen baik pemerintah dan masyarakat.

Mengantisipasi kejadian serupa agar tidak berulang dimasa yang akan datang maka bagi masyarakat khususnya pengusaha pangan hingga penjamah makanan diharapkan telah memahami mengenai keamanan pangan. Mereka harus memastikan bahan baku yang digunakan dalam kondisi segar dan baik, menyesuaikan kapasitas peralatan yang dimiliki dengan jumlah pesanan yang diterima, memperhatikan cara penyimpanan pangan yang sesuai ketentuan baik pangan mentah, setengah matang, maupun pangan matang. Serta melakukan proses pemasakan yang sempurna agar mikroorganisme patogen dapat diminimalisir. Selanjutnya masyarakat sebelum mengokosumsi makanan hendaknya memperhatikan perubahan tekstur, aroma, rasa makanan serta tidak lupa untuk mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir sebelum menyentuh makanan. Khusus pada pangan kemasan agar senantiasa mengecek tanggal kadaluarsa.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *