Inovasi KAWAN PINTAR PUSPA Perkuat Implementasi GASBRO

Masalah rokok merupakan salah satu masalah prioritas dalam masalah kesehatan saat ini. Data PHBS di Puskesmas Pakem, tahun 2017 rumah tangga menerapkan indikator tidak merokok di dalam rumah mencapai 62,9% dan mengalami penurunan pada tahun 2018 menjadi 59,0%. Perilaku merokok di dalam rumah tidak hanya berdampak negatif pada individu tersebut tetapi juga kepada keluarga dan orang sekitar. Berdasarkan analisis dan kajian, Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Pakem mengembangkan inovasi KAWAN PINTAR PUSPA atau Kawal dan Dampingi Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Wilayah Puskesmas Pakem. Inovasi tersebut sejalan dengan inovasi di tingkat Kabupaten yakni Gasbro atau Keluarga Sehat Bebas Asap Rokok yang baru diluncurkan pada tahun 2022.
Inovasi KAWAN PINTAR PUSPA diawali dengan lokasi fokus di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem. Aktivitas yang dilakukan meliputi advokasi kepada pemerintah kalurahan serta tokoh masyarakat, pengembangan media promosi, edukasi kepada masyarakat, sampai dengan deklarasi komitmen bersama. Proses tersebut mulai berjalan tahun 2019 dengan lokasi awal di Padukuhan Kaliurang Barat Kalurahan Hargobinangun. Deklarfasi sebagai Padukuhan Bebas Asap Rokok pada April 2019.Hasilnya, dalam kurun waktu 2019-2021, indikator tidak merokok di dalam rumah pada kedua dusun tersebut mengalami kenaikan. Dalam perkembangannya, komitmen penerapan KTR juga menguat di lingkungan kalurahan Hargobinangun pada tahun 2021. Selanjutnya untuk menyasar anak, maka inovasi Kawan Pintar Puspa mengintervensi sekolah dasar. Survey Mawas Diri Puskesmas Pakem yang dilakukan pada tahun 2021 tentang usia mulai merokok kurang dari 13 tahun adalah 6,56%. Data di atas menunjukkan bahwa usia mulai merokok dibawah 13 tahun merupakan usia anak sekolah dasar. Analisis kebutuhan pada guru UKS di wilayah kerja Puskesmas Pakem, menunjukkan bahwa 83,87% responden menyatakan perlu edukasi tentang pencegahan rokok bagi siswa pendidikan dasar, 48,39% mengharapkan metode pemutaran video.
Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penyusunan media edukasi pencegahan perilaku merokok pada anak SD bertajuk Keren Tanpa Rokok (KETARO). Sekolah yang pertama menjadi lokasi penerapan Ketaro adalah SD Kaliurang 2. Kegiatan Ketaro, terdiri dari 2 tahapan, yang pertama adalah edukasi kepada siswa kelas IV, V dan IV. Tahapan ke 2 yaitu biimbingan kepada kader yang dipilih dari perwakilan siswa yang telah diedukasi sebelumnya. Selanjutnya kader Ketaro diberikan tugas menjadi pemantau Kawasan tanpa Rokok di sekolah masing-masing yang dikoordinir oleh guru UKS.
Inovasi yang dilakukan tdak hanya berhenti sampai disini, dalam rangka memfasilitasi perokok yang ingin berhenti merokok namun mengalami kesulitan. Puskesmas Pakem membuka pelayanan Konsultasi Upaya Berhenti Merokok (UBM). Pelayanan UBM sudah mulai dibahas alur dan proses pelayanannya sejak 2021, namun mulai resmi dibuka Bulan Maret 2022 dengan dukungan alat CO Analyzer. Pelayanan UBM bersifat rehabilitatif, kolaborasi bersama lintas program melalui rujukan baik pelayanan UKP maupun pelayanan UKM. Prosedur Pelayanan UBM adalah pasien yang datang secara mandiri, rujukan dari UKBM (Posbindu, PIS PK, dan UKS), dan rujukan internal (pelayanan umum dan pelayanan Kesehatan Keluarga).
Upaya yang dilakukan oleh Puskesmas Pakem melalui Inovasi KAWAN PINTAR PUSPA ini telah menunjukkan hasil yang baik, yaitu:

  1. Meningkatkan capaian indikator rumah tangga menerapkan perilaku tidak merokok di dalam rumah, khususnya di lokasi fokus
  2. Terwujudnya penerapan KTR di wilayah Puskesmas Pakem khususnya pada lokasi fokus Kalurahan Hargobinangun
  3. Tersusunnya modul edukasi Ketaro sebagai media pembelajaran tentang pencegahan merokok pada anak, yang dapat diterapkan di tempat lain, baik di wilayah Puskesmas Pakem maupun di wilayah lain.
  4. Terbentuknya kader Ketaro yang dapat menjadi pemantau dalam penerapan KTR di Institusi pendidikan dengan pelaporan secara daring melalui bit.ly/pantauKetaro
  5. Terwujudnya Pelayanan Upaya Berhenti merokok di Puskesmas Pakem

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *