Bertempat di Aula Praja 2 Sekretariat Daerah Sleman, Dinas Kesehatan selenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Integrasi Layanan Primer (ILP) bagi Tenaga Kesehatan (18-19/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kinerja pelayanan berbasis klaster di Puskesmas di Kabupaten Sleman. Peserta Bimtek ILP adalah penanggung jawab Klaster 2 dan Klaster 3 dari 25 Puskesmas yang ada. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas penanggung jawab klaster dalam pelayanan ILP.
Dalam sambutannya Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Takelmas, Cahya Prihantama, SKM,MPH., mengapresiasi komitmen pelayanan ILP seluruh Puskesmas serta menyampaikan evaluasi kinerja layanan ILP tahun 2024. “Berdasarkan hasil evaluasi secara umum baik SK, SOP, dan pelayanan siklus hidup sudah tercapai pada 100% Puskesmas” terang Cahya. Pelayanan Klaster 2 yang sudah dilakukan meliputi skrining pendengaran anak usia 4-6 bulan, skrining anemia, skrining BB, skrining tumbuh kembang, skrining pendengaran, KPSP, skrining pre eklampsia, kunjungan kehamilan, skrining SHK dan WAST dan skrining bagi catin (calon pengantin). Kemudian pelayanan klaster 3 meliputi skrining HIV, skrining hepatitis, skrining indra penglihatan dan pendengaran, skrining obesitas, skrining hipertensi, skrining Diabetes Melitus, skrining jiwa dengan SRQ, skrining kebugaran, skrining kanker payudara, skrining faktor risiko merokok, skrining kanker leher rahim, skrining faktor risiko stroke, skrining PPOK, skrining kanker paru, dan skrining geriartri.
Narasumber Bimtek hari pertama disampaikan oleh Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Gizi KIA Dinas Kesehatan DIY, dr. Prahesti Fajarwati, menekankan pentingnya tindak lanjut hasil skrining. Menurut dr. Hesti penting karena kematian ibu di DIY pada tahun 2024 meningkat dibandingkan tahun 2023. “Pelayanan ILP yang berfokus pada skrining akan sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit dan kematian ibu” tegas dr. Hesti. Selanjutnya narasumber hari ke dua disampaikan implementasi pedoman kerja klaster III oleh Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, dr. Ari Kurniawati, MPH. “Kewaspadaan terhadap hasil skrining untuk segera ditindaklanjuti dengan pengelolaan penyakit dan waspada terhadap penyakit yang jarang terjadi seperti malaria karena berisiko muncul lagi” jelas dr Ari. Selain kedua narasumber tersebut, pada hari pertama dan kedua juga disampaikan juga materi terkait implementasi mutu dalam pelayanan baik klaster 2 dan klaster 3 oleh Direktur BMPK DIY, Isnaini Mayasari, SKM, M.Kes. “Semua Puskesmas agar menyesuaikan baik SK dan SOP pelayanan sesuai kebijakan terbaru” tandas Maya. Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut kebijakan ILP Kabupaten Sleman sesuai Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 69.1/Kep.KDH/A/2023 tentang Penyelenggaraan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer pada Pusat Kesehatan Masyarakat.


