Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk tumbuh kembang anak secara optimal. Kandungan zat gizinya sangat lengkap antara lain protein yang mudah dicerna oleh bayi, asam lemak untuk perkembangan otak dan jaringan sel serta mengandung zat kekebalan tubuh. Memberikan ASI saja sejak lahir hingga berusia 6 bulan (ASI eksklusif) dapat membantu keberhasilan menyusui selanjutnya.
Berbagai manfaat pemberian ASI dari segi kesehatan, social dan ekonomi dapat dirasakan oleh bayi, ibu, keluarga, masyarakat bahkan negara. Manfaat ASI bagi bayi antara lain melindungi anak dari berbagai penyakit seperti diare, pneumonia, mengurangi resiko anak mengalami obesitas atau berat badan berlebih serta tidak rentan mengalami penyakit tidak menular saat dewasa.
Gencarnya promosi susu formula merupakan salah satu tantangan dalam keberhasilan menyusui. Secara umum permasalahan yang sering dialami oleh ibu menyusui antara lain masalah puting retak/lecet, payudara bengkak, payudara infeksi (mastitis) dan ASI tidak cukup (merasa atau benar tidak cukup)
Ibu yang bekerja dapat memberikan ASI kepada bayinya secara langsung saat berada di rumah, dan memberikan asi perah kepada bayinya saat ditinggal bekerja. Sebaiknya ASI perah diberikan menggunakan gelas, pipet atau sendok dan hindari penggunaan dot.
Kegagalan dalam pemberian ASI terkadang disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga terhadap ibu menyusui. Suami mempunyai peran yang sangat besar dalam mendukung keberhasilan ibu menyusui.
Perlindungan menyusui menjadi tanggung jawab bersama karena kunci keberhasilan menyusui terletak pada lingkungan sekitarnya seperti keluarga, system Kesehatan, tempat kerja dan kebijakan pemerintah.
Pemberian ASI eksklusif mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah. Untuk kebijakan di kabupaten Sleman dalam bentuk Peraturan Bupati Sleman nomor 38 tahun 2015 tentang Inisisasi Menyusu Dini dan Pemberian Air Susu Ibu Ekslusif.
Ibu dapat tetap menyusui secara langsung kepada bayinya saat tekonfirmasi covid-19. Menurut WHO tidak ada cukup bukti yang menyatakan penularan vertical covid-19 melalui menyusui, risiko bayi yang disusui terkena covid rendah dan jika terinfeksi biasanya ringan atau tanpa gejala. Di masa pandemi Covid-19 tidak menyusui dan pemisahan ibu dan anak memiliki risiko yang lebih besar.
Tips yang aman menyusui saat ibu terpapar Covid-19 adalah ibu perlu patuh menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mencegah penularan kotak antara ibu terkonfirmasi Covid-19 dengan bayi mereka meliputi memakai masker medis secara benar dan menggantinya berkala, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari memegang hidung dan mata, serta membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh ibu.
