PEMANFAATAN TEMPAT TIDUR RUMAH SAKIT DI KABUPATEN SLEMAN

Kabupaten Sleman memiliki 28 Rumah Sakit (RS), yang terdiri dari 6 RS Pemerintah, dan 22 RS Swasta. Setiap RS wajib melaksanakan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) yaitu suatu proses pengumpulan, pengolahan dan penyajian data rumah sakit. Salah satu output pengolahan data dan informasi kesehatan  yang bisa menjadi dasar untuk menilai kinerja fasilitas pelayanan kesehatan, yaitu pemanfaatan tempat tidur RS yang terdiri dari indikator BOR, LOS, TOI, dan BTO.

Bed Occupancy Rate (BOR) yaitu  prosentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Angka BOR yang rendah menunjukkan kurangnya pemanfaatan fasilitas perawatan rumah sakit oleh masyarakat. Angka BOR yang tinggi (lebih dari 85%) menunjukkan tingkat pemanfaatan tempat tidur yang tinggi sehingga perlu pengembangan rumah sakit atau penambahan tempat tidur. Nilai indikator BOR yang ideal adalah antara 60-85% (DepKes RI, 2005). Rumus BOR = (Jumlah hari perawatan rumah sakit / (Jumlah tempat tidur x Jumlah hari dalam satu periode)) X 100%.

Length Of Stay (LOS) adalah rata-rata lama pasien dirawat. Secara umum nilai LOS yang ideal adalah antara 6-9 hari. Rumus LOS = Jumlah lama dirawat / Jumlah pasien keluar (hidup + mati)

Turn Over Interval (TOI) Tenggang perputaran tempat tidur, yaitu rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati sampai terisi kembali. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari. Rumus TOI = ((Jumlah tempat tidur X Periode) – Hari perawatan) / Jumlah pasien keluar (hidup + mati)

Bed Turn Over (BTO) yaitu Angka perputaran tempat tidur atau frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, Idealnya dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali. Rumus BTO = Jumlah pasien keluar (hidup + mati) / Jumlah tempat tidur.

Berikut ini gambaran BOR, BTO, TOI dan LOS di Kabupaten Sleman tahun 2021 yang dikirimkan oleh RS ke Dinas Kesehatan:

NO NAMA RUMAH SAKIT BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) LOS (HARI)
1 RS Sardjito 61.18 36.81 3.85 6.21
2 RSUD Sleman 39.35 26.11 8.48 4.94
3 RSUD Prambanan 32.34 32.14 7.68 3.54
4 RSA UGM 47.82 30.72 6.20 5.23
5 RS Bhayangkara 42.78 48.72 4.29 2.67
6 RS PDHI 50.32 68.86 2.63 2.72
7 RS JIH 42.07 45.61 4.64 3.42
8 RS Concat 13.86 21.41 14.68 2.41
9 RS Panti Nugroho 46.68 57.84 3.36 3.07
10 RS Atturots 30.37 23.50 10.82 3.71
11 RS PKU Muh Gamping 68.94 90.73 1.25 2.48
12 RS Panti Rini 38.81 44.56 5.01 3.27
13 RS Charitas Hospital Klepu 25.31 31.07 8.77 3.79
14 RS Mitra Paramedika 41.25 50.25 4.27 2.70
15 RS Mitra Sehat 22.51 20.53 13.78 2.91
16 RS UAD 12.79 12.54 25.39 3.62
17 RS Gramedika 10 4.84 5.18 67.05 3.65
18 RSK Gigi Mulut UGM 0.00 0.00 0.00 0.00
19 RSKB Sinduadi 19.45 16.00 18.38 4.00
20 RSKB Annur 11.55 13.06 24.72 3.22
21 RS Sakina Idaman 67.60 93.54 1.26 2.73
22 RSKIA Arvita Bunda 23.02 32.56 8.63 2.48
23 RSKIA Sadewa 102.36 9,77 -0.07 2.20
24 RS Queen Latifa 32.63 46.88 5.25 2.82
25 RS Puri Husada 32.82 27.34 8.97 4.38
26 RS Grasia 41.00 6.81 31.62 19.95
27 RS Hermina 38.95 41.94 5.31 3.88
28 RS Bunga Bangsa 12.54 11.21 28.48 2.90
RATA-RATA 47.10 40.04 4.82 4.17

Dari 27 RS yang mengirimkan data pemanfaatan tempat tidur, didapatkan rata-rata BOR 47,10%, rata-rata BTO 40,04 kali, rata-rata TOI 4,82 hari%, rata-rata LOS 4,17 hari. Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Prof. Soedomo UGM tidak memiliki rawat inap, sehingga tidak ada data pemanfaatan tempat tidur. (WS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *