Gebyar Husada ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke 57 di Kabupaten Sleman. Adapun tema yang diusung sesuai dengan tema nasional yaitu: “Sehat Negeriku, Tumbuh Indonesiaku”. Acara berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan pada Hari Selasa (30/11). Penyelenggaraan kegiatan secara hybrid dengan konsep luring bertempat di Grha Sarina Vidi dan daring melalui kanal Youtube Promkes Sleman dan Sleman TV. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman kembali mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatan, konsisten dalam upaya 3 T (testing, tracing, dan treatment) serta percepatan vaksinasi. “Kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan dan peningkatan kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment), serta percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 penting untuk mengendalikan pandemi” tegas dr. Cahya. Apresiasi juga disampaikan oleh dr. Cahya atas kinerja jajarannya dan seluruh pihak sehingga meraih berbagai apresiasi meski di tengah pandemi. “Apresiasi berupa penghargaan dari Pemerintah Pusat meliputi Program PHBS, STBM, PIS PK, serta tenaga kesehatan teladan” ungkapnya.
Sebelum penyampaian sambutan, Bupati Sleman, Dra Hj. Kustini Sri Purnomo melaunching inovasi kesehatan mental dengan nama Mata Hati serta menyerahkan berbagai penghargaan kepada prestator. Dalam sambutannya, Kustini mengajak seluruh insan kesehatan tetap semangat memberikan pelayanan. “Momentum HKN diharapkan menjadi penyemangat bagi tenaga kesehatan untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi sektor kesehatan di Kabupaten Sleman. Selain itu HKN juga menjadi momentum untuk bangkit meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sesuai Instruksi Bupati Nomor 35 Tahun 2021 tentang GERMAS” jelas Kustini. Hadir dalam acara ini, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, jajaran direksi RS, Kepala UPT Puskesmas, Labkes, dan POAK, UNALA, tim Wolrd Mosquito Program, Panewu, serta prestator.


