Cegah Leptospirosis dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Apabila seluruh indikator PHBS dapat terlaksana dengan benar maka sangat dimungkinkan sebuah keluarga dapat mencapai kesehatan yang berkualitas. PHBS dapat diterapkan dalam lingkup keluarga, lingkungan dan masyarakat luas. Salah satu manfaat menerapkan PHBS adalah menghindarkan dari penyakit infeksi. Salah satu diantaranya adalah leptospirosis.

Musim penghujan pada tahun ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus Leptospirosis. Leptospirosis merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. Penularan terjadi dari hewan ke manusia yang dapat menyebabkan kematian. Tikus menjadi salah satu pembawa utama selain kucing, anjing, kambing, sapi dan babi.

Salah satu faktor risiko terjadinya penularan penyakit Leptospirosis adalah karena belum menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara optimal baik pada diri sendiri maupun lingkungan. Manusia dapat terinfeksi leptospirosis karena kontak secara langsung atau tidak langsung dengan urin hewan yang mengandung bakteri Leptospira sp. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir seperti mata, hidung, kulit lecet atau luka dan melalui makanan yang terkontaminasi.

Berdasarkan hasil kunjungan penyelidikan epidemiologi oleh Puskesmas terhadap pasien Leptospirosis, ditemukan sebagian besar kondisi sanitasi rumah kurang baik. Oleh karena itu penting mencegah penyakit Leptospirosis dengan cara sebagai berikut :

  1. Menerapkan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  2. Membasmi tikus dan sarangnya baik di rumah atau lingkungan sekitar.
  3. Setelah beraktivitas selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
  4. Membersihkan dengan desinfektan benda-benda yang terindikasi terkena kencing tikus.
  5. Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.
  6. Menggunakan alat pelindung diri saat berkontak dengan hewan atau lingkungan yang berisiko tinggi seperti menggunakan sepatu boot, sarung tangan dan masker.

Selain upaya pencegahan, diperlukan pengobatan yang tepat agar tidak terjadi keparahan akibat leptospirosis. Menurut Kemenkes RI, ciri-ciri orang yang terinfeksi Leptospirosis penderita akan merasa menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, hingga mata merah. Segera periksa ke Puskesmas terdekat apabila mengalami gejala tersebut. (imas rini)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *