Kabupaten Sleman telah menyelenggarakan program Desa Siaga lebih dari satu dekade. Program ini merupakan wadah pengembangan berbagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) sebagaimana amanat dari SK Menteri Kesehatan Nomor 564 Tahun 2006 dan Nomor 1529 Tahun 2010. Sebanyak 86 desa di Kabupaten Sleman telah mengimplementasikan Desa Siaga bahkan 100% masuk dalam kategori Desa Siaga Aktif. Guna mengembangkan potensi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggandeng BBPOM DIY untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan pangan berbasis Desa Siaga Aktif. Oleh karenanya, Rabu (13/2) diselenggarakan penguatan kelembagaan kader desa siaga yang bertempat di Aula Unit 1 Komplek Pemkab Sleman. Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Infokom BBPOM DIY Dra. Dyah Tjahjowati, MS.i., Apt. menyampaikan seputar Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) melalui Desa Pangan Aman. “Gerakan ini dicanangkan dengan tujuan untuk meningkatkan akses keamanan pangan desa yang berbasis kearifan lokal untuk peningkatan ekonomi keluarga dan mengembangkan produk pangan unggulan desa berbasis keamanan pangan” jelas Dyah.
Selanjutnya program ini oleh penanggung jawab program diintegrasikan ke dalam Desa Siaga Aktif dengan istilah Desa Siaga Aktif Pangan Aman atau DESI PAMAN. Implementasi program DESI PAMAN diharapkan mampu menggugah kepedulian warga masyarakat tidak hanya penjaja makanan kaki lima semata namun juga di tingkat rumah tangga, komunitas, ritel, hingga industri makanan olahan rumahan untuk berkomitmen dalam menyajikan pangan yang sehat dan aman sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
