Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia melalui Aksi Simpatik

Cara-Mengurangi-Nikotin-RokokKebiasan merokok telah menjadi kebiasaan yang tidak sehat bagi sebagian besar masyarakat. Berdasarkan data pemantauan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga mulai dari 2008 sampai dengan 2010, merokok masih menjadi masalah utama setidaknya peringkat empat besar. Data tersebut menunjukkan bahwa berbagai upaya promosi dan sosialisasi mengenai dampak negatif dari rokok masih penuh dengan tantangan. Berdasarkan Riskesdas 2013, perilaku merokok penduduk 15 tahun keatas masih belum terjadi penurunan dari 2007 ke 2013, cenderung meningkat dari 34,2 persen tahun 2007 menjadi 36,3 persen tahun 2013. 64,9 persen laki-laki dan 2,1 persen perempuan masih menghisap rokok tahun 2013. Ditemukan 1,4 persen perokok umur 10-14 tahun, 9,9 persen perokok pada kelompok tidak bekerja, dan 32,3 persen pada kelompok kuintil indeks kepemilikan terendah. Sedangkan rerata jumlah batang rokok yang dihisap adalah sekitar 12,3 batang.

Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya. Asap rokok merupakan polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen gas dan partikel. Komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon. Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium. Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Banyak penelitian juga telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK).

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bermaksud mendorong penyadaran masyarakat akan bahaya merokok melalui rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). HTTS jatuh tepat pada tanggal 31 Mei 2014. Adapun rangkaian HTTS meliputi Aksi Simpatik HTTS, Fokom Aparatur Desa, Pemasangan Spanduk di 25 Puskesmas, Pemutaran Film/ILM seputar bahaya rokok, serta penandatanganan komitmen penegakan Kawasan Tanpa Rokok di Puskesmas. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi momentum dalam menyadarkan masyarakat agar menyadari bahaya dan berkomitmen untuk tidak merokok disembarang tempat hingga berhenti merokok. dan diharapkan mampu mendorong terbentuknya KTR di berbagai tempat sebagaimana tertuang dalam Perbup Sleman Nomor 42 tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Kegiatan Aksi Simpatik berlangsung pada Hari Jumat Tanggal 30 Mei 2014. Adapun sasran Aksi Simpatik adalah masyarakat dan pegawai di lingkungan Pemkab Sleman. Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB tersebut, panitia membagikan suvenir berisikan mengenai ajakan untuk hidup sehat tanpa asap rokok berupa kipas dan bolpoin. Pegawai yang mendapatkan suvenir tampak senang terhadap kegiatan ini dan berharap agar dilaksanakan secara berkesinambungan.

IMG_1773n

IMG_1778n

IMG_1762

 

IMG_1760

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *