Erupsi Gunung Kelud beberapa waktu yang lalu telah menyebabkan kerusakan khususnya di Kabupaten Kediri. Sebagai bentuk solidaritas dan kemanusiaan, Dinas Kesehatan Sleman membentuk tim yang terdiri atas dr. Mafilindati Nuraini,M.kes (Ka Dinkes), dr.Patimah Hariyati (Kasi Kesehatan Khusus), dr. Elyza Sinaga (Ka. Puskesmas Minggir), dr. Dharmawan Lingga (Dokter Puskesmas Seyegan), dr. R. Yuli Kristianto (Dokter Puskesmas Godean 2), dr. Ricky Taufiqurrohman (Dokter Puskesmas Prambanan), Hardiyanta, SKM dan Anang Suyoto, AMd.Kep (Staf Seksi Kessus), Sudarto Edi Hartono, AMd.Kep (Staf Seksi Pencegahan Penyakit), Asri Rimbawani, AMd.Kep (Perawat), Bambang Purwanto (Perawat Puskesmas Tempel 1), dan Rikat (Staf Bagian Umum).
Tim Peduli Kelud Dinkes berangkat bersama-sama dengan tim lain yang terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, DPUP, Tagana, SAR
dan BAZ Sleman (15 mobil, 2 ambulans) dari Rumah Dinas Bupati Sleman pada tanggal 28 Februari 2014 dan dilepas langsung oleh Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo, MSi, tepat pada pukul 20.00 wib. Tim Peduli Kelud Pemkab Sleman tiba di Kabupaten Kediri pukul 03.00 wib, kemudian diterima oleh Bupati Kediri di Kantor Bupati Kediri. Bantuan diserahkan oleh Kepala BPBD Sleman secara simbolis kepada Bupati Kediri. Bantuan yang diberikan berupa tandon air, sembako non beras, baju pantas pakai, tikar, selimut, pembalut wanita, obat-obatan, serta kebutuhan lainnya.

Tim Peduli Kelud Dinkes Sleman kemudian diantar lansung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menuju ke Puskesmas Puncu yang wilayahnya terkena dampak langsung erupsi Gunung Kelud. Sampai di Puskesmas Puncu diterima oleh Kepala Puskesmas Puncu. Kepala Dinas menyerahkan bantuan 1 paket berupa obat-obatan dan alat medis kepada Kepala Puskesmas Puncu. Setelah dari Puskesmas Puncu, Tim Dinas Kesehatan kemudian diantar ke lokasi yang terkena dampak bencana erupsi Gunung Kelud di 2 dusun yaitu Dusun Laharpang dan Dusun Sukomoro, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Tim kemudian bergabung dengan Tim Kesehatan Yon 8 Arhanudse Kodam V Brawijaya untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi korban bencana erupsi Gunung Kelud. Selama dua hari melakukan pelayanan kesehatan, Tim Peduli Kelud Dinkes melayani sejumlah 67 orang. Jumlah total pasien yang ditangani di Dusun Laharpang sebanyak 66 kasus, 1 dirujuk ke RSUD karena kejang demam kompleks, 1 rawat luka besar dan di Dusun Sukomoro 1 kasus dirujuk untuk rawat luka dan penjahitan.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, kerusakan yang terjadi akibat erupsi Gunung Kelud adalah kerusakan genting dan saluran air bersih. Kerusakan genting rata-rata lebih dari 50% yang pecah sehingga perlu segera perbaikan dengan mengganti genting dengan yang baru karena bila hujan datang, air akan masuk ke dalam rumah. Pada saat Tim Dinkes datang di lokasi, perbaikan sudah berjalan oleh warga masyarakat sendiri dan dibantu oleh TNI dan relawan dari berbagai unsur. Untuk kebutuhan air bersih, masyarakat mengandalkan dari droping tangki air bantuan dari pemerintah maupun relawan.

