
Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono X, meninjau kerja bakti pembersihan abu vulkanik erupsi Gunung Kelud (13/02/2014) di gedung rawat inap Puskesmas Sleman. Berkaitan dengan tanggap darurat yang melanda di wilayah DIY, Gubernur sangat memperhatikan fasilitas pelayanan publik dasar seperti, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Selasa pagi (18/02/2014) rombongan Gubernur DIY meninjau pelaksanaan kerja bakti di Puskesmas Sleman dan beberapa lokasi lain yang ada di wilayah Kabupaten Sleman yakni SD Nyaen, Pasar Turi, Perkebunan Salak Pondoh dan Perikanan di Kecamatan Turi.
Kerja bakti di gedung rawat inap Puskesmas Sleman dilaksanakan oleh karyawan Puskesmas dan Dinas Kesehatan dibantu TNI, Polri, dan relawan dari BPBD. Puskesmas Sleman mempunyai gedung induk rawat jalan di Triharjo Selatan Pasar Sleman. Sedangkan Gedung rawat inap berada di Nyaen, Pandowoharjo yang dulu merupakan Puskesmas Pembantu. Untuk membersihkan kedua gedung tersebut, tentu saja sumber daya manusia di Puskesmas tidak memungkinkan mampu menyelesaikan dengan cepat. Mengingat instruksi Gubernur DIY agar
fasilitas publik dapat bersih pada hari Rabu (19/02/2014) maka sangat tepat sekali kebijakan Pemkab Sleman untuk menunjuk lokasi Puskesmas Sleman menjadi sasaran kerja bakti massal yang dikoordinir oleh BPBD Sleman. Walaupun pada hari pertama karyawan setempat telah membersihkan gedung bagian dalam guna menunjang kelancaran pelayanan, namun karena area yang cukup luas sehingga membutuhkan bantuan dari pihak lain. Gedung Rawat Inap Puskesmas Sleman dibangun pada tahun 2012 dan disempurnakan dengan menambah pagar dan konblok halaman pada tahun 2013. Saat ini telah melayani rawat inap terutama persalinan sebanyak 5-10 per bulan.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan memotivasi seluruh Puskesmas serta Fasyankes lain khususnya di Kabupaten Sleman agar segera melakukan upaya pembersihan abu vulkanik. Guna memberikan kenyamanan dan kelancaran pelayanan bagi masyarakat.



