SLEMAN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman sekaligus memperingati Hari Kesehatan Sedunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sukses menyelenggarakan Pekan Layanan Kesehatan Terpadu Gebyar Husada Tahun 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, pada Selasa (05/05) di Atrium Shinta, Sleman City Hall (SCH).
Mengusung tema Nggendong Mikul Sleman Sehat: Sinergi Bersama Sains, Mewujudkan Rahayuning Bawana, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif, inklusif, dan humanis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menjelaskan bahwa setiap hari pelaksanaan memiliki fokus sasaran yang berbeda untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang sesuai siklus kehidupan.
-
Hari Pertama (Fokus Ibu Hamil): Menghadirkan layanan senam ibu hamil, USG gratis, serta konsultasi spesialis obsgyn. Selain itu, digelar seminar bertajuk Ibu Hamil Sehat, Bebas Ancaman TB sebagai upaya menekan risiko penularan tuberkulosis pada janin.
-
Hari Kedua (Fokus Balita dan Anak): Layanan difokuskan pada pemeriksaan tumbuh kembang (SDIDTK & Denver Test), konsultasi spesialis anak, psikolog klinis, hingga imunisasi kejar serta seminar kesehatan dengan tema Anak Tumbuh Sehat, Tumbuh Hebat.
-
Hari Ketiga (Fokus Dewasa & Lansia): Masyarakat mendapatkan layanan CKG, pemeriksaan jantung (EKG), pemeriksaan nyeri, serta konsultasi spesialis penyakit dalam, dan seminar kesehatan bertema Menua Bahagia, Sehat Mandiri.
“Edukasi dan deteksi dini ini sangat krusial, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia”, ujar Cahya Purnama di sela acara.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang hadir membuka acara tersebut menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah. “Kesehatan adalah bagian kebutuhan dasar yang harus terpenuhi agar masyarakat bisa melaksanakan kegiatan dengan nyaman. Melalui sinergi dengan sains dan teknologi, kita ingin mewujudkan tatanan masyarakat Sleman yang sehat dan sejahtera (Rahayuning Bawana)”, ungkap Danang.
Selama tiga hari pelaksanaan, tercatat sebanyak 691 orang memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini. Selain layanan spesialis, pengunjung juga antusias mengakses layanan rutin seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining mental menggunakan teknologi Heart Rate Variability (HRV), hingga konsultasi non kesehatan mulai dari layanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil Sleman, Bantuan sosial dari Dinsos Sleman, jaminan kesehatan dari BPJS Sleman, KB paska salin dari Dinas P3AP2KB Sleman, CHBP FKKMK UGM, serta Ombudsman RI DIY. Layanan kesehatan juga didukung oleh RSUD baik Sleman maupun Prambanan.
Seluruh rangkaian kegiatan Gebyar Husada 2026 ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memperkuat sistem deteksi dini penyakit fisik maupun mental di Kabupaten Sleman.






