Sleman – Seberapa baik kualitas layanan dijalankan tidak cukup hanya dilihat dari hasil, tetapi juga dari konsistensi proses di baliknya. Untuk memastikan standar mutu benar-benar diterapkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar audit internal Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (31 Maret–2 April 2026), di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
Audit ini menjadi langkah penting untuk menguji kesesuaian pelaksanaan kerja dengan standar ISO sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan. Melibatkan auditor bersertifikasi dari berbagai bidang, kegiatan ini juga didukung penuh oleh seluruh pegawai yang menyiapkan dokumen serta bukti dukung sebagai bagian dari proses evaluasi.
Sejumlah aspek strategis turut ditinjau dalam audit, mulai dari kepemimpinan, perencanaan berbasis risiko, dukungan sumber daya, pengendalian operasional, hingga evaluasi kinerja. Penilaian ini memastikan bahwa sistem manajemen mutu tidak hanya tertulis, tetapi benar-benar berjalan efektif dalam praktik sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan opening meeting yang dibuka oleh Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Drs. Agung Armawanta, M.T. Ia menegaskan bahwa mutu layanan harus menjadi bagian dari budaya kerja. “Penerapan standar mutu tidak hanya sebatas pemenuhan dokumen, tetapi harus menjadi budaya kerja dalam setiap proses pelayanan,” ujarnya.
Rangkaian audit ditutup melalui closing meeting yang dipimpin oleh Lead Auditor sekaligus Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Tunggul Birowo. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan hasil temuan dan rekomendasi sebagai bahan tindak lanjut. “Hasil audit ini menjadi dasar untuk memperkuat sistem yang sudah berjalan sekaligus melakukan perbaikan pada aspek yang masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar evaluasi, audit internal ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kualitas layanan. Pada akhirnya, yang ingin dicapai sederhana: pelayanan yang lebih cepat, jelas, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
