Sleman (7/2), puluhan anggota Saka Bakti Husada Cabang Sleman baru saja menyelesaikan agenda seru yang dikemas dalam kegiatan Bimbingan Teknis selama dua hari pada Jumat dan Sabtu, 6 dan 7 Februari 2026. Mengambil lokasi di Bumi Perkemahan Gugur Gunung, Kapanewon Seyegan, sebanyak 40 peserta terpilih berkumpul untuk mengasah kemampuan mereka dalam suasana alam yang asri. Mulai hari pertama, suasana sudah terasa hidup berkat energi positif dari para peserta. Hal ini pun mendapat sorotan langsung dari Ketua Pinsaka Bakti Husada Cabang Sleman, dr. Seruni Susila Angreni, MPH, yang dalam sambutannya mengaku sangat terkesan dengan antusiasme yang ditunjukkan. Seruni menaruh harapan besar agar setelah mengikuti Bimtek, pengetahuan dan skill teknis para anggota di bidang kesehatan bisa meningkat sehingga makin siap berkiprah di masyarakat.
Agenda Bimtek ini penuh dengan pembelajaran menarik karena menghadirkan praktisi yang ahli di bidangnya. Mulai dari dr. Dharmawan Lingga selaku Kepala UPTD Sleman Emergency Services yang membagikan ilmu perihal cara menangani situasi kegawatdaruratan secara tepat. Dilanjutkan oleh Cahya Prihantama, SKM., MPH., Katimja Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman yang mengajarkan peserta lebih dalam mengenai krida-krida dalam Saka Bakti Husada. Tak melulu soal kesehatan, sisi pembangunan karakter dan kepramukaan juga disentuh oleh Ketua Dewan Kerja Cabang Kwarcab Sleman yang membawakan materi kepemimpinan dan kepramukaan dengan style tidak kalah menarik.
Salah satu peserta, Vania, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan ini. Ia mengaku terbantu dengan Bimtek yang diajarkan para pemateri serta pengalaman selama berkemah. Menurutnya, pengalaman belajar di alam terbuka seperti ini membuat materi yang sulit sekalipun jadi lebih mudah diserap. Ia merasa lebih percaya diri untuk membagikan ilmu kesehatan yang didapatkannya kepada teman-teman di sekolah maupun lingkungan. Baginya, momen berkesan adalah saat sesi kepemimpinan, di mana ia belajar bahwa menjadi anggota SBH bukan hanya soal mengobati, tapi juga soal menginspirasi orang lain untuk hidup sehat.
Sebagai penutup, acara diakhiri dengan apel disertai pemberian apresiasi kepada para peserta yang telah berproses bersama. Pemberian sertifikat ini menjadi simbol apresiasi atas dedikasi mereka selama dua hari mengikuti pelatihan intensif. Dengan berakhirnya kegiatan ini, SBH Sleman kini memiliki tambahan anggota yang lebih terampil, berkarakter, dan siap menjadi garda depan dalam mensosialisasikan perilaku hidup sehat kepada masyarakat luas.

