Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerja sama dengan RSUP Dr. Sardjito dan Yayasan Terbesar Yogyakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) di Poli Pringgodani RSUP Dr. Sardjito pada Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat dukungan pengobatan pasien TB RO melalui peningkatan peran keluarga serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan rumah sebagai upaya pencegahan penularan.
Kegiatan dilaksanakan berbarengan dengan jadwal pengobatan pasien TB RO yang diikuti oleh pasien TB RO beserta anggota keluarganya sebagai pendamping utama selama proses pengobatan. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk berbagi pengalaman, menyampaikan tantangan pengobatan jangka panjang, serta memperkuat pemahaman keluarga dalam mendukung kepatuhan terapi pasien.
Materi PHBS disampaikan oleh Eni Hidayati, S.Kep., Ns, dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUP Dr. Sardjito. Dalam pemaparannya, Ia menyampaikan terkait pentingnya menjaga PHBS di rumah dalam mencegah penularan TB.
“Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di rumah menjadi langkah penting dalam mencegah penularan TB, di antaranya dengan mencuci tangan enam langkah menggunakan hand sanitizer atau sabun dan air mengalir, membuka jendela rumah secara rutin untuk menjaga sirkulasi udara, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar guna mencegah penularan TB di lingkungan keluarga,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menegaskan bahwa keterlibatan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan pengobatan TB RO, baik sebagai pendamping minum obat maupun dalam memastikan penerapan PHBS secara konsisten di rumah. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bersama RSUP Dr. Sardjito dan Yayasan Terbesar Yogyakarta berharap kolaborasi antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan dapat semakin diperkuat guna meningkatkan keberhasilan pengobatan dan pengendalian TB RO.

