Sleman – Pada Kamis (23/10/2025), rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo yang diwakili oleh Puskesmas Kertek 2 melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman untuk menggali pengalaman penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Sleman. Rombongan berjumlah 16 orang tersebut dipimpin oleh Kepala Puskesmas Kertek 2, dr. Tri Mulyani, dan diterima oleh drg. Atikah Nurhesti MKM, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman di Aula Wistara.
Dalam kesempatan tersebut, Cahya Prihantama, SKM., MPH, selaku Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Masyarakat (Promkes Takelmas), memaparkan langkah-langkah yang telah ditempuh Sleman dalam memperkuat layanan kesehatan primer. “Melalui ILP, kami berupaya memastikan setiap warga bisa mendapatkan layanan kesehatan yang berkelanjutan dan terpantau,” ungkapnya.
Cahya juga menjelaskan bagaimana aplikasi SmartDinkes Sembada berperan besar dalam mendukung Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) secara digital untuk memperkuat proses monitoring kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas.
Selain aspek teknologi, Cahya menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, terutama dengan pemerintah kalurahan dan kader kesehatan yang menjadi ujung tombak kegiatan di lapangan. Kabupaten Sleman saat ini memiliki 25 puskesmas, 69 pustu, dan lebih dari 1.500 posyandu aktif, sebagian besar telah berstatus posyandu mandiri dan posyandu siklus hidup. Capaian ini menunjukkan komitmen Sleman dalam mewujudkan layanan kesehatan primer yang terintegrasi.
Dalam pemaparannya, Ketua Tim Kerja Promkes Takelmas tersebut juga menegaskan bahwa prinsip utama dari penerapan ILP adalah mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis siklus hidup dan sinergi lintas sektor.
“Integrasi Layanan Primer memfokuskan pelayanan pada pendekatan berbasis siklus hidup untuk mendekatkan akses pelayanan melalui Puskesmas, Pustu, dan Posyandu. Puskesmas berperan sebagai penanggung jawab wilayah dengan memperkuat Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) bersama kader, dan pemerintah kecamatan maupun desa memiliki peran besar dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan terjangkau,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Sleman berharap penerapan ILP di Sleman dapat terus berjalan dan dikembangkan, sehingga menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memperkuat sistem layanan kesehatan primer yang berkesinambungan dan berpihak pada masyarakat.
