Sleman (11/11), dalam upaya memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan Integrasi Layanan Primer di padukuhan hingga RT, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman gandeng Tim Pembina Posyandu Kabupaten. Pertemuan koordinasi ini bertajuk “Penguatan Komitmen Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan dalam rangka Implementasi Integrasi Layanan Primer”. Kegiatan ini berlangsung di Hyatt Regency Yogyakarta dan dihadiri oleh 50 peserta dari berbagai unsur lintas sektor juga peserta yang hadir secara daring. Pertemuan ini menindaklanjuti terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, yang menegaskan kedudukan Posyandu sebagai bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK). Posyandu kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki peran strategis Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Seruni Susila Angreni, MPH. Dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kualitas Posyandu merupakan bagian tidak terpisahkan dari Integrasi Layanan Primer (ILP), sehingga membutuhkan peran dari berbagai pihak. Transformasi Layanan Primer tidak bisa dijalankan oleh sektor kesehatan saja. Kita perlu bekerja bersama, menyatukan langkah, saling melengkapi peran, dan memperkuat pembinaan secara berjenjang” ungkapnya. Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan data sistem pencatatan microsite Kementerian Kesehatan per 28 Oktober 2025, terdapat 1.535 Posyandu yang tersebar di 1.212 padukuhan dan 86 kalurahan di Sleman. Besarnya potensi Posyandu memerlukan dukungan lintas sektor agar seluruh Posyandu dapat memberikan layanan terpadu dan berkelanjutan kepada masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula perwakilan dari Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sleman, R.Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi, yang turut menyampaikan dukungannya terhadap Posyandu bidang kesehatan.
Dalam pertemuan ini, tiga narasumber hadir memberikan paparan dan pengarahan. Perwakilan Direktorat Fasilitasi LKAD, PKK, dan Posyandu Kemendagri RI menyampaikan materi mengenai “Kebijakan Nasional dalam Mendukung Transformasi Layanan Primer melalui Posyandu Bidang Kesehatan”. Kemendagri menekankan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat kelembagaan Posyandu sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan desa. Selanjutnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Budi Pramono, S.IP, M.Si., memaparkan dukungan pemerintah kalurahan dalam mendukung penyelenggaraan Posyandu yang terintegrasi dengan layanan primer. Terahir, Ketua Forum Kabupaten Sehat Sleman, Dr. Iswanto, S.Pd, M.Kes, membawakan materi bertema “Urgensi Posyandu dalam Skrining Kesehatan untuk Mendukung Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri”. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya peran Posyandu dalam deteksi dini dan edukasi kesehatan masyarakat untuk membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Takelmas Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Prihantama, SKM., MPH. mengingatkan pentingnya peran kader Posyandu. ‘Kader diharapkan menguasai 25 keterampilan dasar sesuai siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga lansia. Selain itu, kader juga diharapkan aktif melakukan kunjungan rumah untuk memantau kesehatan warga dan melakukan deteksi dini faktor risiko penyakit” jelasnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sleman berkomitmen untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna mewujudkan Posyandu yang berkualitas, berdaya, dan berperan nyata dalam mendukung Transformasi Layanan Primer menuju masyarakat Sleman yang sehat dan mandiri.




