Cegah AKI dan AKB, Dinkes Sleman Gelar Gerakan Bumil Sehat

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman selenggarakan Gerakan Bumil Sehat sebagai rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-61. Kegiatan bertemakan “Dukung ibu hamil, lebih sehat, lebih bahagia” ini digelar di Atrium Rama, Ground Floor, Sleman City Hall, Rabu (15/10). Mengawali rangkaian gerakan ini, Talkshow Bumil Sehat hadirkan tiga orang narasumber. Pertama, dr. Eugenius Phyowai, Sp.OG. yang mengusung topik antenatal care terpadu dilanjutkan dr. Ida Rochmawati, Sp.KJ. dengan materi ibu hamil sehat mental, anti baby blues. Terakhir, dr. Hendris Utama, Sp.P. yang mengangkat isu cegah bahaya tuberkulosis saat hamil.

Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi ibu hamil. Baik itu untuk konsultasi kesehatan, konsultasi gizi, hingga mengukur tingkat stres. Selain itu, ada fasilitas kolaborasi lintas sektor berupa edukasi kepesertaan BPJS Kesehatan serta konsultasi identitas kependudukan digital. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes. menekankan bahwa ibu hamil harus mendapatkan pendampingan komprehensif selama masa kehamilan. “Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dimulai dari ibu hamil yang sehat. Ibu hamil adalah elemen penting dalam menyiapkan generasi Sleman emas pada 2045,” tegasnya.

Untuk itu, selama waktu kehamilan calon bayi harus dijaga agar ketika dilahirkan dalam kondisi sehat. Hingga akhirnya saat dewasa bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan di Bumi Sembada. Salah satu yang dia soroti adalah persoalan stunting yang bisa berdampak pada kecerdasan anak. Kondisi ini jadi prioritas agar sejak kehamilan ibu tidak mengalami malnutrisi. Persoalan lain yang dia sebut perlu diantisipasi adalah psikologi, seperti babyblues. Sebuah kondisi sesaat melahirkan karena ibu mengalami keraguan pada bayinya. Kondisi ini disebut bisa membahayakan bayi maupun ibu sendiri. Ketika kondisi mental ibu tidak baik maka juga akan berpengaruh pada kondisi fisiknya. Dengan demikian, Cahya menekankan pentingnya peran sosok ayah untuk ikut serta memberikan dukungan pada istrinya. “Saat ini ada bonus demografi yang harus disiapkan betul agar saat masuk usia produktif anak bisa berkiprah dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Agung Armawanta yang membuka acara mengapresiasi gerakan ini. Agung menegaskan setiap ibu hamil berhak mendapatkan fasilitas yang berkualitas. “Saya berpesan untuk ibu hamil harus periksa rutin, ikuti anjuran medis, dan berkonsultasi jika ada keluhan,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *