Apoteker Sleman Tingkatkan Kompetensi melalui Bimtek Perizinan dan Pengelolaan Obat

Sleman, 20 Agustus 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kefarmasian. Melalui Tim Kerja Farmakmin Bidang Sumber Daya Kesehatan, diselenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perizinan dan Pengelolaan Obat di Apotek yang dihadiri oleh 40 Apoteker Penanggung Jawab Apotek dari seluruh wilayah Sleman.

Bertempat di Ballroom Hotel Alana Yogyakarta, acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, dr. Tunggul Birowo, membuka kegiatan dengan pesan penting: “Apoteker adalah garda terdepan dalam memastikan obat yang diterima masyarakat aman, bermutu, dan sesuai aturan. Oleh karena itu, kepatuhan regulasi harus menjadi prioritas.”

Tiga narasumber hadir membagikan ilmu dan pengalaman:

  1. Ibu Kurnia Yuliawati, S.Si., Apt., MKM menjelaskan tentang persyaratan perizinan terbaru sesuai PMK No. 17 Tahun 2024, agar apotek selalu sejalan dengan regulasi terkini.
  2. Ibu Chrisna Wardhani, S.F., Apt. memaparkan mengenai pengawasan pengelolaan obat, narkotika, psikotropika, dan prekursor farmasi, lengkap dengan temuan lapangan yang menjadi pembelajaran berharga bagi para peserta.
  3. Ibu Apt. Mitha Puspitasari, M.Farm. dari PC IAI Sleman mengajak Apoteker lebih peduli terhadap resistensi antibiotik dan memperkenalkan program Sleman Resik Obat, sebagai upaya bersama dalam mengelola obat kedaluwarsa.

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar rapat awal rencana pengembangan SmartDinkes Sembada 2025 yang difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) serta integrasi data dengan platform Satusehat Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Aditya pada Jumat (15/8) pukul 13.00 WIB

Para peserta terlihat aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menyampaikan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Suasana interaktif ini membuat bimtek tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ajang mempererat jejaring antarapoteker.

Kegiatan ditutup dengan harapan besar: agar setiap apotek di Sleman mampu menjalankan pelayanan kefarmasian sesuai standar, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Sleman yang lebih sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *