Bimbingan Teknis Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE)

Sleman, 22 Juli 2025 – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melalui Tim Kerja Kesehatan Primer dan Rujukan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) bagi 29 rumah sakit dan 10 puskesmas di wilayah Sleman. Kegiatan ini bertempat di Ayem-Ayem Coffee, Tridadi, Sleman, dengan tujuan memperkuat implementasi SISRUTE khususnya dalam rujukan balik.

Pembukaan dan Pemaparan Materi

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Dedi Aprianto. Materi utama disampaikan oleh Dody Naftali, ST., selaku Penanggung Jawab Layanan Integrasi Sistem Informasi RSUP Dr. Sardjito. Dalam paparannya, Dody menyampaikan hal-hal penting terkait fitur dan manfaat SISRUTE, termasuk:

  • Dukungan terhadap sistem rujukan nasional berbasis web,
  • Akses data kompetensi fasyankes,
  • Monitoring real-time rujukan pasien,
  • Fitur rujukan masuk, keluar, dan balik,
  • Dashboard performa rujukan.

Selain itu, dibahas pula panduan pelaksanaan program rujuk balik dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), mulai dari pengisian surat rujuk balik hingga follow-up oleh FKTP.

Simulasi dan Evaluasi Rujuk Balik

Peserta juga mengikuti praktik simulasi rujukan balik melalui dashboard SISRUTE. Hal ini bertujuan agar seluruh admin dan DPJP di rumah sakit serta puskesmas memahami prosedur secara teknis, termasuk persiapan sarana seperti akses internet dan SDM yang kompeten.
Disampaikan pula dasar hukum terkait:

  • KMK No. HK.01.07/Menkes/1645/2025
  • Petunjuk Teknis SISRUTE (HK.02.02/D/1131/2023)
  • kemkes.go.id sebagai rujukan dokumen resmi.

Penguatan RS PONEK dan Jejaring Rujukan

Dalam sesi terpisah, peserta juga diberikan informasi terkait Keputusan Menteri Kesehatan No. 560 Tahun 2025 mengenai penyelenggaraan pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK). RS PONEK dikelompokkan dalam 3 kategori:

  • Spesialistik,
  • Subspesialistik,
  • Multi Subspesialistik.

Disampaikan pula pentingnya manajemen kolaborasi pelayanan PONEK lintas level: FKTP, RS, Dinas Kesehatan Kabupaten, Provinsi, hingga Kementerian. RS juga diharapkan melakukan pembinaan berkala terhadap jejaring rujukannya sebagai bagian dari elemen penilaian Prognas 1.1 untuk peningkatan kesehatan ibu dan bayi.

Feedback Evaluasi Penggunaan SISRUTE

Dalam sesi diskusi, disampaikan evaluasi terhadap pemanfaatan SISRUTE. Terdapat 9 dari 29 rumah sakit yang belum mencapai target minimal 12 rujukan per bulan. Sementara itu, seluruh puskesmas rawat inap telah mencapai lebih dari 12 rujukan per bulan.

Penutup

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan rujukan dan memperkuat koordinasi lintas fasilitas kesehatan di Kabupaten Sleman. Melalui SISRUTE, kolaborasi antara FKTP, FKTL, dan Dinas Kesehatan semakin solid dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan yang efisien dan terintegrasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *