Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Momentum Tingkatkan Literasi Keluarga

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman berkomitmen untuk meningkatkan literasi keluarga sebagai upaya melindungi keluarga dari paparan asap rokok. Selain agar tumbuh kembang anak dapat optimal juga untuk mencegah mereka jadi perokok pemula. Momen ini terwujud pada agenda puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang digelar pada Rabu (28/5). Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama dalam sambutannya menuturkan, anak-anak sebagai generasi penerus masih dalam lingkungan yang belum ideal karena terpapar asap rokok di dalam rumah. Juga dikepung dengan iklan promosi rokok di berbagai media termasuk media sosial. “Bahaya rokok itu juga ketika ada partikel yang tercecer dan terhirup. Dampak pada perokok pasif ini sama, bahkan lebih besar dari perokok aktif,” tegasnya.

Tema global Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yakni “Melindungi Anak dari Intervensi Industri Tembakau”. Sedangkan tema Kabupaten Sleman mengangkat “Urgensi Melindungi Keluarga dari Paparan Asap Rokok Berbasis Regulasi”. Cahya menjelaskan bahwa regulasi merupakan dasar penting untuk penerapan kawasan tanpa rokok. “Implementasi kebijakan pengendalian konsumsi rokok sudah cukup baik bahkan telah ada inisiatif di tingkat kalurahan yang  memiliki peraturan” ungkap Cahya. Menurutnya, melalui pengaturan regulasi, anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang sehat. Alokasi belanja domestik dapat digunakan untuk penambahan gizi, bukan dialihkan untuk membeli rokok. Karena berpengaruh pada tingkat kenakalan remaja bahkan angka stunting. “Anak-anak terbiasa merokok karena melihat orang tua atau pergaulannya. Kalau tidak dicegah mulai sekarang akan menghambat target Indonesia emas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Seruni Angreni Susila menyebut, kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta. Terdiri dari elemen pemerintah, tokoh masyarakat, hingga kelompok generasi muda. “Ini komitmen kami untuk mendukung anak-anak tumbuh kembang optimal tanpa tembakau,” katanya. Kegiatan puncak HTTS ini menghadirka narasumber profesional medis dan akademisi yakni Afriansyah Tanjung, S.H., M.Kn dari Muhammadiyah Cyber University dan dr. Bheti Yuliana Fritrianingsih, Sp.P klinisi dari RSUD Sleman. Berbagai kebijakan dan fakta ilmiah dipaparkan kedua narasumber. Harapannya tidak hanya menambah literasi peserta tetapi juga ada tindakan lanjutan.

Dalam kesempatan yang sama juga diserahkan pemenang lomba poster dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Adapun kejuaran diterima Puskesmas Kalasan (Juara I), Puskesmas Minggir (Juara II), Puskesmas Mlati ll (Juara III), Puskesmas Gamping 1 (Juara Harapan I), dan Puskesmas Ngaglik 1 (Juara Harapan II). Menurut Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Kesehatan Masyarakat, Cahya Prihantama, berharap edukasi mengenai bahaya asap rokok bagi kesehatan agar terus disosialisasikan. Termasuk mengajak semua kalurahan menerapkan GASBRO (Gerakan Keluarga Sehat Bebas ASap Rokok) “Bahaya asap rokok bagi kesehatan perlu terus disebarluaskan kepada keluarga. Lebih lanjut bisa terapkan GASBRO untuk lindungi kesehatan keluarga” terang Cahya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *