Kaji Tiru Dinas Kesehatan Sumedang ke Sleman: Membangun Integrasi Layanan Primer yang Berkualitas

Sleman, 18 Februari 2025 – Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Hj. Atik Nurhayati, SKM, MKM, memimpin rombongan dalam kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Kunjungan ini bertujuan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP). Rombongan disambut langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Sleman, drg. Atikah Nurhesti, M.K.M, bersama Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Sleman, Cahya Prihantama, M.P.H.

Dalam sesi paparan dan diskusi yang berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Sleman, kedua belah pihak membahas berbagai pengalaman dan strategi implementasi ILP. Hj. Atik Nurhayati menyoroti pentingnya integrasi pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumedang. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan layanan kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap tahap kehidupan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Sleman memaparkan komitmennya dalam mengembangkan ILP melalui berbagai program pendukung, termasuk SMARTDINKES Sembada, sebuah sistem digital inovatif yang dirancang untuk mendukung operasional ILP secara efisien dan terintegrasi.

Rombongan dari Sumedang kemudian melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Gamping 1, yang dipilih karena telah sukses mengimplementasikan ILP secara optimal. Para tamu menyaksikan secara langsung berbagai aktivitas pelayanan, seperti skrining kesehatan berbasis usia dan klaster layanan yang diintegrasikan dengan teknologi digital.

Di Puskesmas Gamping 1, rombongan disuguhi simulasi alur kunjungan pasien ILP. Simulasi ini memperlihatkan pemanfaatan sistem SMARTDINKES untuk pencatatan dan pelaporan hasil skrining kesehatan secara efisien. Rombongan juga melihat pelaksanaan ILP di berbagai fasilitas layanan kesehatan, termasuk Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu.

Pada Pustu di Kalurahan Balecatur dan Ambarketawang, ILP mencakup layanan pemeriksaan oleh dokter, bidan/perawat, kader kesehatan, serta tenaga pendukung seperti fisioterapis dan psikolog. Sementara di Posyandu, implementasi ILP dilakukan secara bertahap melalui pelatihan kader dan kunjungan rumah prioritas untuk kasus yang memerlukan perhatian khusus.

Fokus pada pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup di Puskesmas Gamping 1 mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, anak-anak, remaja, hingga lansia. Skrining kesehatan dilakukan sesuai dengan kategori usia, dan hasilnya digunakan sebagai dasar evaluasi dan perencanaan tindak lanjut. Implementasi ILP ini telah sesuai dengan panduan dari Kementerian Kesehatan dan menjadi bagian dari inovasi pelayanan kesehatan primer di Sleman.

Puskesmas Gamping 1 telah meraih berbagai penghargaan atas inovasi layanan kesehatan, termasuk menjadi juara pertama dalam lomba video inovasi ILP tingkat provinsi. Dokumentasi pelatihan kader dan uji coba Posyandu ILP menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah kerjanya.

Mengakhiri kunjungan, Hj. Atik Nurhayati menyampaikan apresiasi atas penerapan ILP di Sleman. Ia berharap pengalaman dan praktik terbaik yang dipelajari selama kunjungan ini dapat diadaptasi di Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *