Mengenal dan Mencegah Penyakit Leptospirosis

Hasil data survailans terhadap penyakit Leptospirosis di Kabupaten Sleman menunjukkan adanya tren penularan sepanjang tahun mulai tahun 2023–2024. Adapun data dapat dilihat dalam grafik sebagai berikut:

Berdasarkan data di atas, terdapat tren kenaikan pada tiap tribulan awal tahun baik 2023 maupun 2024. Oleh karena itu Dinas Kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan terutama pengendalian vektor. Karena penyakit ini termasuk kategori zoonosis atau penyakit yang ditularkan oleh hewan. Menurut WHO, Leptospirosis adalah penyakit penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan ditularkan melalui perantara tikus. Penyakit ini dapat menjangkiti manusia dan hewan. Bakteri Leptospira ini paling umum memasuki tubuh melalui hidung, mulut, atau mata, atau melalui abrasi kulit saat orang terpapar air yang terkontaminasi urine dari hewan yang terinfeksi. Leptospirosis terjadi di seluruh dunia tetapi lebih banyak muncul di wilayah-wilayah tropis dan subtropis yang mengalami curah hujan yang tinggi. Kejadian leptospirosis terkait erat dengan faktor-faktor risiko infeksi. Penularan Leptospirosis berasal dari hewan-hewan yang berperan sebagai sumber penularan yaitu rodent (tikus, tupai), kambing, sapi, kucing, anjing, kuda, burung, serangga, serta insektivora (landak, kelelawar). Tikus merupakan sumber utama pembawa bakteri Leptospira di Indonesia Menurut International Leptospirosis Society (ILS), Indonesia menjadi negara dengan insiden Leptospirosis yang tinggi. Setelah negara Cina dan India, Indonesia menduduki peringkat ke-3 di dunia untuk kasus mortalitas atau kematian yang paling tinggi. Angka kematian (CFR) Leptopirosis di Indonesia termasuk tinggi.Β Adapun cara untuk mencegah diri dari bahaya Leptospirosis adalah sebagai berikut:

  • Berperilaku hidup bersih dan sehat, yaitu dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Menyimpan makanan dan minuman dengan baik
  • Mencuci tangan dan kaki serta sebagian tubuh lainnya dengan sabun
  • Memakai sepatu dari karet dengan ukuran tinggi, dan sarung tangan karet bagi kelompok kerja yang berisiko tinggi tertular leptospirosis
  • Membasmi tikus di rumah atau di kantor
  • Membersihkan dengan desinfektan pada bagian-bagian rumah, kantor, atau gedung.

Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Leptospirosis: