Dinkes Sleman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap DBD

Berdasarkan data Survailans Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, saat ini terjadi kenaikan kasus di wilayah Kabupaten Sleman. Adapun gambaran tren kasus DBD sesuai grafik di bawah ini:

Merujuk pada data di atas, terdapat tren peningkatan kasus pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Data kasus DBD tahun 2024 ditunjukkan dengan garis tebal berwarna merah merah. Secara histori, kasus DBD di seluruh wilayah Kabupaten Sleman meningkat pada beberapa bulan yakni Bulan Januari, Maret, April, Mei, dan Desember. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kewaspadaan untuk dapat melakukan pencegahan yang tepat sehingga mampu mengendalikan kasus DBD.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti. Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit DBD ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes aegypti. Pada saat nyamuk menggigit manusia, virus degue masuk ke dalam tubuh manusia. Secara fisik, nyamuk Aedes aegypti umumnya berukuran kecil dengan tubuh berwarna hitam pekat, memiliki dua garis vertikal putih di punggung dan garis-garis putih horizontal pada kaki. Nyamuk tersebut aktif terutama pada waktu pagi hingga sore hari, meskipun terkadang mereka juga menggigit pada malam hari. Mereka lebih sering ditemukan di dalam rumah yang gelap dan sejuk dibandingkan di luar rumah yang panas.

Gejala utama penyakit DBD meliputi demam mendadak yang tinggi, mencapai suhu hingga 39 derajat celsius. Demam ini berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari, kemudian turun dengan cepat. Gejala lain yang biasanya terjadi adalah nyeri kepala, menggigil, lemas, nyeri di belakang mata, otot, dan tulang, ruam kulit kemerahan, kesulitan menelan makanan dan minuman, mual, muntah, gusi berdarah, mimisan, timbul bintik-bintik merah pada kulit, muntah darah, dan buang air besar berwarna hitam. Pada fase kritis penyakit ini, suhu tubuh menurun dan tubuh terasa dingin, meskipun penderita mungkin merasa seperti sudah sembuh. Namun, pada fase ini perlu waspada karena dapat terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa. Sehingga masyarakat dihimbau untuk lebih mewaspadai jika mengalami gejala serupa dan segera berobat ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Penderita DBD disarankan untuk mengkonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Dalam penanganan di fasilitas kesehatan, penderita akan diberikan cairan baik melalui cairan oral maupun melalui cairan intravena jika diperlukan. Pasien juga disarankan untuk beristirahat total dan melakukan kompres pada tubuh untuk membantu mengatasi demam serta obat simptomatik seperti penurun panas dan obat antimual dapat diberikan untuk meredakan gejala. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter yang memeriksa untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selanjutnya langkah yang urgen saat ini yakni dengan pencegahan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat diantaranya dengan 3 M Plus berupa menguras tempat penampungan air, menutup wadah-wadah penampungan air, mengubur barang-barang bekas, menjaga kebersihan rumah, menggunakan lotion atau obat nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan kawat nyamuk pada ventilasi rumah, dan mengenakan pakaian tertutup serta pakaian berwarna terang. . Penyemprotan nyamuk atau fogging tidak disarankan dan hanya dilakukan jika memenuhi persyaratan ketat.

Segera periksakan diri/keluarga jika mengalami gejala seperti di atas ke Puskesmas terdekat, untuk melihat detail lokasi Puskesmas silakan klik disini