Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS, sedangkan penderita AIDS membutuhkan pengobatan ARV untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik dengan berbagai komplikasinya. Data SIHA KEMENKES tahun 2022 memperkirakan ada sekitar 543,100 orang hidup dengan HIV dengan estimasi kasus baru sebanyak 27 ribu kasus, 393.538 ODHIV hidup yang mengetahui statusnya, dan 160.249 ODHIV yang sedang mendapatkan pengobatan ARV. Kementerian Kesehatan berkomitmen mengakhiri endemi HIV pada tahun 2030. Sebagai bentuk dari komitmen tersebut, Kemenkes melakukan upaya penanggulangan HIV-AIDS dengan menempuh jalur cepat 95-95-95, artinya mencapai target indikator 95% estimasi Orang Dengan HIV (ODHIV) diketahui status HIV-nya, 95% ODHIV diobati dan 95% ODHIV yang diobati mengalami supresi virus. Berdasarkan SPM pelayanan orang beresiko terinfeksi HIV yang belum tercapai di Puskesmas Mlati II tahun 2021 yaitu 68,15% sebagai tindak lanjut dibutuhkan sebuah mekanisme untuk meningkatkan indikator capaian SPM dan kepatuhan ODHIV dalam pengobatan. Puskesmas Mlati II sejak bulan November tahun 2020 sudah membuka layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) untuk ODHIV.
Dengan latar belakang diatas, kami sebagai Tenaga Teknis Kefarmasian berkomitmen untuk turut serta berkontribusi dan memberikan dukungan penuh untuk mensukseskan target Kemenkes dengan menggagas inovasi Ikatan Kasih yang bertujuan untuk :
- Meningkatkan kepatuhan ODHIV dalam kontrol rutin dan minum obat ARV sehingga viral load dapat tersupresi sehingga menurunkan resiko penularan HIV.
- Meningkatkan cakupan SPM pelayanan kesehatan orang dengan resiko terinfeksi HIV
- Menurunkan angka kejadian Lost to follow up pengobatan
- Meningkatkan cakupan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada ODHIV
- Memudahkan pasien dalam mengakses resume pengobatan dimanapun dan kapanpun dengan aplikasi Google Sheet Ikatan Kasih untuk melanjutkan terapi dengan jenis obat yang jelas dan tepat sesuai riwayat pengobatan sebelumnya
- Meminimalkan stigma pada masyarakat dan meningkatkan kesadaran dalam pencegahan HIV
- Meningkatkan Mutu Pelayanan dan kinerja Puskesmas
Ikatan Kasih merupakan kegiatan inovasi kolaborasi interprofesi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka pengendalian kasus HIV sebagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan ODHIV, meminimalkan stigma, dan meningkatkan capaian pelayanan pasien dengan resiko terinfeksi HIV. Ikatan Kasih merupakan kegiatan pemantauan pengobatan terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi informasi yang memungkinkan pasien mendapatkan terapi yang komprehensif sesuai riwayat ikhtisar pengobatan yang telah didapatkan sebelumnya secara mudah menggunakan HP. Dengan aplikasi Ikatan Kasih pasien dapat melanjutkan pengobatan dimanapun karena ikhtisar pengobatannya terrekam dengan baik dan dapat diakses kapanpun tanpa harus datang ke Puskesmas. Kegiatan Ikatan Kasih meliputi dari Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif. Kegiatan promotif dengan sosialisasi/penyuluhan tentang pencegahan HIV, Stigma, dan pelayanan PDP di Puskesmas secara langsung kepada masyarakat seperti karang taruna dan kelompok PKK atau dengan media sosial dan leaflet. Kegiatan Preventif dengan pelaksanaan VCT (pemeriksaan HIV) pada kelompok beresiko baik di dalam maupun di luar gedung Puskesmas. Kegiatan kuratif meliputi :
- Pengobatan ODHIV meliputi pemeriksaan dokter dan penyerahan obat serta pemberian informasi obat ARV yang lengkap oleh Tenaga Kefarmasian.
- Pencatatan Ikhtisar pengobatan yang komprehensif dengan aplikasi
- Pemantauan pengobatan yang terintegrasi dengan aplikasi
- Kerjasama dengan LSM Penjangkau dan Pendamping HIV dalam upaya pelayanan PDP HIV melalui penandatanganan MOU antara Puskesmas Mlati II dengan Yayasan Victory Plus.
- Layanan konsultasi obat via WA dan kunjungan rumah pasien untuk pasien yang tidak rutin kontrol dan sulit dijangkau dengan WA
Pelayanan Rehabilitatif dilakukan dengan menyediakan konsultasi psikologi dengan psikolog Konselor HIV untuk mengatasi gangguan mental emosional selama pengobatan, meningkatkan kepercayaan diri pasien dan meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga mendukung proses pengobatan. Upaya yang dilakukan oleh Puskesmas Mlati II melalui Inovasi IKATAN KASIH ini telah menunjukkan hasil yang baik yaitu:
- Meningkatnya kepatuhan kontrol ODHIV dari 82% di tahun 2021 menjadi 89% di tahun 2022
- Meningkatnya capaian Indikator SPM dari 68,15% di tahun 2021 menjadi 120,54% di tahun 2022
- Meningkatnya tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat dibuktikan dengan tersupresinya viral load dari 80% di tahun 2021 menjadi 94% di tahun 2022
- Meningkatnya cakupan pemberian TPT pada ODHIV dari 33% di tahun 2021 menjadi 92% di tahun 2022
- Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang HIV dan menurunnya stigma
- Meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat yaitu dari 81 pada tahun 2019 menjadi 91 pada tahun 2022 (kriteria sangat baik)
Kegiatan inovasi ini mendukung pencapaian Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Kesehatan yaitu pelayanan orang dengan resiko terinfeksi HIV sehingga keberlanjutan program ini dapat dipastikan terus berjalan. Kegiatan inovasi ini didukung oleh pendanaan BLUD Puskesmas, anggaran APBD Kabupaten Sleman, dana DAK Non Fisik (BOK) dan anggaran dari lintas sektor. Dengan inovasi IKATAN KASIH tingkat kepatuhan pengobatan ODHIV meningkat dan stigma menurun sehingga tujuan pengobatan tercapai, seiring dengan agenda transformasi Kesehatan pada pelayanan primer serta diharapkan strategi triple 95 HIV dan Three Zero di tahun 2030 dapat tercapai.
Inovasi ini disusun oleh Mita Yeyen Antarmi, A.Md.Farm (Tenaga Teknis Kefarmasian Puskesmas Mlati II)
