Si Jempol Inovasi Dinas Kesehatan Menanggulangi Kegawatdaruratan Diluncurkan Hari Ini

Kejadian Kegawatdaruratan dapat terjadi pada setiap orang, dapat terjadi secara tiba-tiba baik personal maupun orang banyak. sehingga membutuhkan penangan yang cepat dan tepat serta terpadu. Dengan dasar hal tersebut maka diperlukan sebuah system informasi terpadu yang handal dan dapat secara cepat dan efisien menanggulangi setiap kejadian kegawatdaruratan. SPGDT adalah singkatan dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu yang terdiri dari unsur, pelayanan pra Rumah Sakit, pelayanan di Rumah Sakit dan antar Rumah Sakit. Pelayanan berpedoman pada respon cepat yang menekankan time saving is life and limb saving, yang melibatkan pelayanan oleh masyarakat awam umum dan khusus, petugas medis, pelayanan ambulans gawat darurat dan sistem komunikasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman pada hari ini, senin 23 Desember 2019  menyelenggarakan acara peluncuran perdana aplikasi kegawatdaruratan “Sleman Emergency Service (SES), bertempat di Auditorium Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sleman. ). Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes, serta peserta yang berasal dari perwakilan Puskesmas, Rumah sakit dan jejaring Public Safety Centre (PSC) Kabupaten Sleman.

Laporan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Joko Hastaryo, M.Kes (DokDinkesKab Sleman)

Acara dimulai pada pukul 12.15 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan, dr. Joko Hastaryo M.Kes melaporkan Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Dalam Laporannya Kepala Dinas menyampaikan bahwa kegawat daruratan sangat memerlukan sebuah penanganan yang cepat dan efisien. Dalam kaitan hal tersebut, Dinas Kesehatan  menyediakan fasilitas aplikasi kegawat daruratan “Sleman Emergency Service (SES), yang dapat diakses oleh masyarakat melalui fitur “ Panic Button” dengan perangkat smart phone. Aplikasi bertujuan untuk mempersingkat waktu respon penganganan kejadian kegawatdaruratan. 27 Rumah Sakit 25 Puskesmas dan PMI tergabung dalam jejaring Sleman Emergency Service (SES). Aplikasi ini akan dipublikasikan dengan nama “SIJEMPOL” Sistim Informasi Jejaring Emergensi Mencegah Panik On Line”.

Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes, menyampaikan sambutannya dalam acara launching Panic Button (SES) Dinas Kesehatan (Dok. DinkesKab Sleman)

Pada Kesempatan tersebut Wakil Bupati Sleman, Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes, menyampaikan Smart health yang bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada warga secara maksimal dan efisien. Dengan adanya aplikasi kegawatdaruratan ini, Wakil bupati mengharapkan peran serta dari para pegawai untuk mempublikasikan keberadaan aplikasi Sleman Emergency Service (SES), sehingga informasi tentang keberadaan aplikasi ini dapat sampai kepada masyarakat, disebabkan hal itu menjadi tanggung jawab bersama  sebagai penyedia layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Sleman.

Acara dilanjutkan dengan peresmian aplikasi “Sleman Emergency Service” sekaligus peresmian Smart Room Rumah Sakit Umum daerah Kabupaten Sleman oleh Wakil Bupati Sleman. Peresmian aplikasi ditandai dengan penekanan tombol “Panic Button” yang dilanjutkan dengan Simulasi kejadian kegawatdaruratan yang dilakukan oleh personil Sleman Emergency Service. Simulasi bertujuan untuk menunjukkan kemampuan aplikasi dalam mendeteksi waktu dan lokasi kejadian, serta laju gerak ambulance yang mengangkut korban. Lokasi Pelapor juga dapat terdeteksi dalam aplikasi secara terperinci. Dengan dasar data yang diterima admin inilah yang menjadi dasar untuk koordinasi dengan jejaring terkait.

Untuk mendownload aplikasi SES dapat melalui Link dibawah ini :

No

Nama Aplikasi

Download

1

Panic Button SES

Klik Untuk Download

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *