Sleman – Sebagai upaya meningkatkan kualitas penanganan kasus kegawatdaruratan neurologis, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kegawatdaruratan Neurologis pada Senin (25/5/2026) di Aula Wistara Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas pengelola Program Pelayanan Kesehatan Perorangan (PPPK) puskesmas, petugas Sleman Emergency Services (SES), serta tim terkait di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali serta menangani kasus kegawatdaruratan neurologis secara cepat dan tepat sebagai bagian dari penguatan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
Bimtek menghadirkan dr. Eni Nurhidayati, Sp.S dari RSUD Sleman sebagai narasumber. Dalam paparannya, dr. Eni membahas berbagai kondisi kegawatdaruratan neurologis, khususnya stroke akut, trauma kapitis, dan trauma medula spinalis. Ia menekankan pentingnya kecepatan penanganan pada pasien stroke melalui prinsip time is brain, yaitu semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak yang lebih luas. “Pada kasus stroke, setiap menit sangat berharga. Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan jutaan sel otak mengalami kerusakan sehingga berisiko menimbulkan kecacatan bahkan kematian. Karena itu, pengenalan gejala dan respons yang cepat menjadi kunci keselamatan pasien,” jelasnya.
Peserta juga mendapatkan pembaruan informasi mengenai tatalaksana kegawatdaruratan neurologis, mekanisme aktivasi Code Stroke, serta prosedur rujukan dan transportasi pasien yang aman menuju fasilitas kesehatan rujukan. Materi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang sesuai standar sekaligus mempercepat akses pasien terhadap penanganan yang dibutuhkan.
Selain aspek klinis, kegiatan ini turut menekankan pentingnya koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan dalam penanganan pasien gawat darurat neurologis. Sinergi antara puskesmas, layanan ambulans, PSC 119, dan rumah sakit menjadi faktor penting untuk memastikan pasien mendapatkan pelayanan pada masa emas (golden period), terutama pada kasus stroke yang memerlukan tindakan segera.
Melalui Bimtek Kegawatdaruratan Neurologis ini, diharapkan seluruh petugas kesehatan dan jejaring kegawatdaruratan di Kabupaten Sleman semakin siap memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan terintegrasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat kondisi kegawatdaruratan neurologis di Kabupaten Sleman.
