Bangun Energi Positif dalam Organisasi, Kasubag TU Puskesmas dan UPTD Ikuti Workshop Pelayanan Publik

Wawan Hariawan, S.I.P., M.Si., Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, menyampaikan keynote speech pada Workshop Pelayanan Publik (Foto: Dok. Dinkes Sleman)

Sleman – Sebanyak 28 Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) puskesmas dan UPTD di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengikuti Workshop Pelayanan Publik bertema “Memperkuat Energi Positif dan Emotional Spiritual Quotient (ESQ)” di Prima SR Hotel & Convention pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, kecerdasan emosional dan spiritual, serta kemampuan komunikasi dalam mendukung tata kelola organisasi yang efektif dan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes., dalam sambutan dan arahannya menyampaikan bahwa Kasubag TU memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola puskesmas dan UPTD. Selain bertanggung jawab pada aspek administrasi, Kasubag TU juga dituntut mampu menjalankan fungsi kepemimpinan, mengelola koordinasi internal, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi. Menurutnya, kemampuan memimpin diri sendiri menjadi pondasi penting sebelum memimpin dan mengarahkan orang lain.

Pada sesi keynote speaker, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Wawan Hariawan, S.I.P., M.Si., menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam kepemimpinan. Ia mengibaratkan pemimpin sebagai “gula di dalam kopi” yang meskipun tidak selalu terlihat, tetapi mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan kerja. “Kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan melalui hal-hal yang tampak, tetapi melalui kontribusi nyata yang dirasakan oleh tim dan organisasi,” ujarnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Nenggih Wahyuni, S.IP., M.A. yang mengulas peran strategis Kasubag TU dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja. Menurutnya, perkembangan teknologi, digitalisasi, dan meningkatnya tuntutan mutu pelayanan menuntut organisasi untuk terus beradaptasi. Kasubag TU tidak hanya berperan sebagai pengelola administrasi, tetapi juga sebagai penggerak organisasi yang mampu membangun budaya belajar dan kolaborasi di lingkungan kerja.

Sementara itu, Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng., mengajak peserta memahami pentingnya penerapan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) dalam tata kelola organisasi. Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga karakter dan integritas individu di dalamnya. “Kecerdasan intelektual yang tinggi tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak diimbangi dengan kerja keras, konsistensi, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi dalam membangun energi positif di lingkungan kerja. “Komunikasi tidak hanya berkaitan dengan apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut diterima, dipahami, dan mampu memberikan pengaruh positif kepada penerimanya,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *