Kunjungan Dinas Kesehatan Kabupaten PALI ke Sleman: Pelajari Strategi Surveilans Kesehatan Terintegrasi

19 Februari 2025 — Dalam upaya memperkuat sistem surveilans kesehatan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Ernawati, SKM, M.Kes, memimpin kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman. Kegiatan ini bertujuan mempelajari penerapan strategi surveilans kesehatan yang telah berjalan efektif di Sleman.

Kunjungan dimulai dengan sesi paparan di Dinas Kesehatan Sleman, yang memaparkan secara komprehensif strategi surveilans kesehatan. Topik yang dibahas meliputi pengelolaan data kesehatan, penerapan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), serta penanganan penyakit menular dan potensi Kejadian Luar Biasa (KLB). SKDR berfungsi untuk memantau tren penyakit menular secara mingguan dan memberikan peringatan dini jika terdapat lonjakan kasus yang signifikan. Sesi diskusi interaktif juga digelar, membahas tantangan dan solusi dalam mengimplementasikan sistem surveilans yang tangguh. Rombongan Dinas Kesehatan PALI menunjukkan antusiasme tinggi, mengingat pentingnya strategi tersebut dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman penyakit menular.

Setelah sesi di Dinas Kesehatan Sleman, rombongan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Ngaglik 1. Kunjungan ini dipandu langsung oleh Kepala Puskesmas, drg. Endang Triretno Handayani. Di sini, rombongan berkesempatan melihat implementasi surveilans kesehatan di tingkat fasilitas pelayanan primer. Surveilans di Puskesmas Ngaglik 1 dilakukan secara sistematis dengan memantau data kejadian penyakit, mengidentifikasi potensi KLB, serta mengawasi penyakit endemis dan dengan tingkat mortalitas tinggi. Proses surveilans mencakup pengumpulan data, analisis, hingga respons berbasis notifikasi alert.

Salah satu contoh nyata yang dipelajari adalah penanganan kasus dugaan pertusis. Tim surveilans di Puskesmas Ngaglik 1 melakukan penyelidikan epidemiologi, pengambilan spesimen, pemberian antibiotik, dan penelusuran kontak erat. Langkah-langkah ini terbukti efektif dalam mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut. Selain itu, Puskesmas Ngaglik 1 juga dikenal dengan program inovatif berbasis masyarakat, seperti Si Wolly Nyaman (Program pemberantasan jentik nyamuk) dan Vektorit (Pengendalian nyamuk dengan menggunakan ovitrap inovatif untuk mencegah Demam Berdarah Dengue/DBD). Kedua program ini mendapat apresiasi khusus dari rombongan Dinas Kesehatan PALI karena berhasil menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian penyakit.

Puskesmas Ngaglik 1 juga menaruh perhatian besar pada penyakit dengan tingkat mortalitas tinggi, seperti tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS. Melalui skrining aktif, edukasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor, Puskesmas berupaya meningkatkan cakupan deteksi dini dan kesuksesan pengobatan pasien. Ernawati, SKM, M.Kes, mengungkapkan apresiasinya terhadap penerapan sistem surveilans kesehatan di Sleman. Menurutnya, penerapan SKDR dan inovasi berbasis masyarakat yang dilakukan Sleman memberikan inspirasi berharga untuk pengembangan sistem surveilans di Kabupaten PALI.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Sleman dalam menerapkan surveilans kesehatan. Inovasi-inovasi yang melibatkan masyarakat seperti di Puskesmas Ngaglik 1 menjadi inspirasi bagi kami untuk mengembangkan sistem serupa di Kabupaten PALI. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat respons kesehatan masyarakat di masa depan,” ujar Ernawati.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui surveilans yang terintegrasi, berbasis data, dan didukung partisipasi masyarakat, diharapkan Kabupaten PALI dapat memperkuat kewaspadaan dini dan respons terhadap tantangan kesehatan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *