Dalam rangka percepatan implementasi integrasi pelayanan kesehatan primer atau sering dikenal dengan ILP, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman pada Selasa (13/2/2024) selenggarakan launching dan sosialisasi integrasi pelayanan kesehatan primer di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center. Acara yang dihadiri oleh Bupati Sleman beserta jajaran Dinas Kesehatan dan lintas sektor tersebut ditujukan untuk menguatkan komitmen seluruh Puskesmas dalam menerapkan kebijakan integrasi layanan primer.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama menjelaskan bahwa Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan primer menjadi landasan awal yang penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Puskesmas mencakup 3 komponen, yakni: memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasarkepada seluruh lapisan masyarakat, memberdayakan individu, keluarga, dan masyarakat untuk ikut. Serta yang terakhir bertanggungjawab terhadap kesehatan diri, dan melibatkan kerjasama lintas sektoral. Sedangkan tujuan penyelenggaraan integrasi pelayanan kesehatan primer (ILP) untuk meningkatkan cakupan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Sekaligus sebagai wujud implementasi transformasi kesehatan khususnya pilar pertama.
Cahya Purnama kembali mengungkapkan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi fokus integrasi pelayanan kesehatan primer. Pertama adalah penerapan siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan kesehatan. Sedangkan yang kedua mendekatkan Pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun termasuk untuk memperkuat promosi dan pencegahan yaitu melalui deteksi dan screening penyakit. Kemudian ketiga adalah memperkuat pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan pemantauan melalui dashboard situasi kesehatan di kalurahan.
Implementasi dari integrasi pelayanan kesehatan primer pada 25 Puskesmas di Kabupaten Sleman telah sesuai dengan amanat Bupati Sleman. Namun saat ini masih dalam tahapan awal sehingga sistem klaster belum sepenuhnya dijalankan. Selain itu, belum seluruh paket layanan diberikan kepada masyarakat karena berbagai pertimbangan teknis. Oleh karena itu, tegas Cahya, perlu diselenggarakan launching dan sosialisasi terhadap Puskesmas, TPCB Dinas Kesehatan serta lintas sektor terkait.
Dalam acara tersebut, Dinas Kesehatan Sleman melakukan diskusi dengan menghadirkan narasumber kompeten. Adapun topik kebijakan penyelenggaraan integrasi pelayanan kesehatan primer disampaikan langsung oleh Ketua Tim Kerja Takelmas Kemenkes, dr. Rima Damayanti, M.Kes. Adapun topik strategi mempertahankan mutu layanan Puskesmas di era integrasi layanan primer disampaikan oleh Direktur PKMK Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes.,MAS. Dan praktik baik implementasi integrasi pelayanan kesehatan primer oleh Kepala Puskesmas Plantunga, dr. Kariadi.
Hadir dan melaksanakan prosesi launching, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, memasangkan pin integrasi pelayanan kesehatan primer dan SK Bupati kepada 25 Kepala Puskesmas. Dalam arahannya, Kustini menjelaskan kegiatan launching dan sosialisasi integrasi pelayanan kesehatan primer merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui upaya ini, diharapkan semakin meningkatan kualitas hidup masyarakat Sleman. Untuk itu, ia berharap integrasi pelayanan kesehatan primer ini mampu mencakup pemenuhan layanan kesehatan dasar untuk seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan didukung oleh 25 Puskesmas yang telah 100 persen terakreditasi paripurna, didukung layanan melalui 68 Puskesmas Pembantu serta 1.535 Posyandu, saya yakin integrasi pelayanan kesehatan primer di Sleman dapat terlaksana dengan optimal,” sebut Kustini. Ia berharap, adanya integrasi pelayanan kesehatan primer mampu menggerakkan kerjasama lintas sektoral. Sekaligus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dari sisi layanan kesehatan yang lebih efektif, efisien dan juga biaya pelayanan kesehatan.



