Gebyar Husada, Puncak Peringatan HKN ke 58 Sleman

Rabu (30/11) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sukses selenggarakan Hari Kesehatan Nasional atau HKN yang ke 58 di Grha Sarina Vidi. Menurut Ketua Panitia, dr. Tunggul Birowo, tema HKN tahun ini adalah “Bangkit IndonesiaKu Sehat NegeriKu”. Tema ini dipilih seiring dengan transisi dari pandemi ke endemi untuk mengungkapkan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh komponen masyarakat Indonesia termasuk Kabupaten Sleman untuk terlepas dari pandemi. “Peringatan HKN tahun 2022 ini dapat kita jadikan sebagai pijakan untuk mewujudkan
kesehatan masyarakat yang lebih baik” tutur Tunggul. Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes. menekankan perlunya sistem kesehatan yang lebih kuat melalui transformasi sistem kesehatan. “Transformasi kesehatan dilakukan melalui enam pilar yang terdiri dari 1) Transformasi Layanan Primer, 2) Transformasi Layanan Rujukan, 3) Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, 4)Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, 5) Transformasi SDM Kesehatan, dan 6) Transformasi Teknologi Kesehatan” jelas Cahya. Acara Puncak HKN yang dikemas dalam Gebyar Husada ini juga ditujukan untuk mengapresiasi kerja keras jajaran kesehatan serta dukungan lintas sektor sehingga pada tahun 2022 sektor kesehatan menerima berbagai penghargaan tingkat nasional dapat kita raih. Diantaranya 1). Kabupaten Terbaik Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan Kategori Demand Creation Tahun 2022; 2). Mata Hati
Finalis Inovasi Pelayanan Publik Top 99; 3). Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Nasional kategori Nutrisionis, ATLM, dan Perawat; 4) Layanan Kefarmasian Terbaik Puskesmas Tempel 2; 5) Posbindu PTM Terbaik Puskesmas Prambanan; dan 6) Layanan Psikologi Puskesmas Godean 1. Bupati Sleman, Dra Hj. Kustini Sri Purnomo hadir dalam penyerahan berbagai penghargaan kepada prestator serta launching program inovasi Totalitas Besti bersama lintas sektor dan organisasi profesi. Bupati menekankan bahwa inovasi  “Totalitas Besti”, merupakan upaya untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita, sekaligus menurunkan angka stunting di Kabupaten Sleman. “Saat ini 16 Puskesmas di Kabupaten Sleman telah memiliki USG dan perangkat sistem informasi, serta sudah mendapatkan pelatihan konsultasi telemedicine. Sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi “Totalitas Besti”, Pemkab Sleman juga membangun sistem informasi manajemen KIA Sembada. SIM KIA Sembada difungsikan untuk melakukan pemantauan Ibu Hamil dan Balita Beresiko” terang Kustini. Acara ini juga dihadiri lintas sektor dari perangkat daerah lingkungan Pemkab Sleman, Baznas Sleman, seluruh Puskesmas beserta UPT Labkes, POAK, dan RSUD, prestator meliputi tenaga kesehatan, panewu, hingga lurah, hingga purna tugas.

Sekdinkes Sleman menyerahkan Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Kabupaten 2022
Forum Kepala Puskesmas menampilan Sendratari Bandung Bondowoso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *