Upaya Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) Puskesmas Cangkringan Sleman

Berdasarkan survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), bahwa pengetahuan remaja (pria dan wanita usia 15-24 tahun) tentang IMS masih rendah dimana 35% wanita dan 19% pria mengetahui gonnorhea, 14% wanita dan 4% pria mengetahui genital herpes, sedangkan pengetahuan mengenai condylomata, chancroid, chlamidia, candida, dan jenis IMS lain tergolong sangat rendah (dibawah 1%). World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa terdapat lebih dari 340 juta kasus baru IMS yang terjadi setiap tahun di dunia terutama pada pria dan wanita usia 15-49 tahun. Komoditi utama penduduk di wilayah Kecamatan Cangkringan adalah dari sektor pertanian,pertambangan dan pariwisata. Sektor pertambangan dan periwisata ditengarai merupakan salah satu faktor yang beresiko terhadap penularan Infeksi menular Seksual ini.

Dalam upaya mencegah dan menurunkan angka kasus Infeksi Menular Seksual, Pusat Kesehatan Masyarakat Cangkringan Kabupaten Sleman meluncurkan inovasi bertajuk “GERDU MERAPI”, yang merupakan akronim dari Gerakan Terpadu Mengajak Rakyat Peduli IMS.  dr. Dyah Arum Retnaningtyas, memaparkan tentang  Konsep Penanggulangan Infeksi Menular Seksual (IMS) ini, dimana dalam paparan tersebut disampaikan bahwa penanggulangan akan dilaksanakan secara komprehensif meliputi kegiatan Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitasi yang terintegrasi. Pertemuan dihadiri oleh Tim Pendamping Tenaga Kesehatan Teladan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *