Sosialisasi Perda Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pengawasan Keamanan Pangan

Senin (21/6) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pengawasan Keamanan Pangan. Acara yang diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini dihadiri oleh lintas sektor. Kepala Bidang Sumber Daya kesehatan, drg. Atikah Nurhesti dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pangan sehat yang beredar bagi masyarakat. “Masyarakat berhak untuk memperoleh pangan yang aman, sehat dan berkualitas. Melalui Perda Nomor 17 ini diharapkan dapat menjamin kebutuhan masyarakat atas tersedianya pangan yang aman, sehat dan berkualitas” jelas Atikah. Berdasarkan regulasi yang ada, Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Sebelumnya telah ada regulasi terkait keamanan pangan meliputi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan. Adanya dua peraturan tersebut menjadi dasar untuk ditindaklanjuti secara operasional oleh Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Keamanan Pangan. Melalui Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pengawasan Keamanan Pangan diatur lebih detail guna meningkatkan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat. Kepala Seksi Farmasi, Makanan dan Minuman, Gunanto, S.KM.M.Sc. menjelaskan tujuan dari Perda tentang Pengawasan Keamanan Pangan meliputi: a. menjaga Pangan tetap aman, sehat, higienis, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat; b. mencegah cemaran biologis, kimia, fisika dan radioaktif yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia; dan c. memberikan jaminan Keamanan Pangan dan perlindungan terhadap masyarakat.

Gunanto kembali menjelaskan bahwa pelaku usaha harus mengurus sertifikasi. “Sertifikasi terhadap pangan olahan yang diatur dalam Pasal 19 mencakup ditujukan terhadap Industri Rumah Tangga Pangan, Pasal 25 yakni menyasar restoran/rumah makan, jasaboga, kantin, Depot Air Minum (DAM), dan sentra makanan jajanan. Sedangkan pasal 30 mengatur PKL pangan, warung, gerai, hingga angkringan berupa plakat higiene. Sedangkan pasal 25 mengatur hingga pedagang asongan berupa penerbitan stiker” ungkap Gunanto.

Lebih detail mengenai Perda Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pengawasan Keamanan Pangan dapat unduh dokumen di sini. Informasi lebih lanjut silakan menghubungi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman (0274) 868409 ext 7223 kepada Seksi Farmakmin.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *