Sleman Raih STBM Award Tingkat Nasional Tahun 2020

Kabupaten Sleman telah memiliki regulasi di sektor kesehatan lingkungan yakni Peraturan Bupati Sleman Nomor 4 Tahun 2020 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Melalui Perbup ini diharapkan memotivasi program STBM agar terus berkelanjutan. Karena sudah diatur peran dari masing-masing pemangku kepentingan mulai dari tingkat Kabupaten, Kapanewon, Kelurahan bahkan masyarakat. Penghargaan STBM yang telah kami terima yaitu pada tahun 2018 telah mendapatkan penghargaan STBM Berkelanjutan Kabupaten/Kota Stop BABS/ODF (Open Defecation Free) 100%. Pada tahun 2019 mendapatkan penghargaan STBM Award kategori Sanitarian /petugas kesehatan lingkungan Puskesmas terbaik. Dan pada tahun 2020 Kabupaten Sleman mengajukan kandidat penerima penghargaan melaksanakan 5 Pilar STBM kategori Enabling environment, demand creation dan supply improvement. Kabupaten/Kota yang berhak mendapatkan penghargaan ini yaitu Kabupaten/Kota yang telah mendapatkan STBM Award tahun 2018 dan 2019.

Berdasarkan hasil verifikasi yang dilaksanakan pada tanggal 30 September 2020 lalu, Kabupaten Sleman diputuskan layak untuk ikut serta dalam kompetisi  tingkat pusat dan hasil penilaian di tingkat Provinsi memperoleh angka tertinggi. Dari hasil bedah dokumen dan verifikasi pusat, Kabupaten Sleman masuk nominasi 15 besar Nasional. Pada tanggal 13 November 2020 bertepatan dengan agenda penganugerahan STBM Award dan Rakornas STBM Ke-4 ditetapkan bahwa Kabupaten Sleman mendapatkan Penghargaan STBM Award peringkat 2 Nasional kategori Supllay Creation. Selain itu, penghargaan STBM Award juga diberikan kepada Lurah dan Natural leader yang telah berupaya untuk merubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM. Adapun Lurah yang diusulkan yaitu Lurah Tridadi (H. Kabul Basuki) dan Natural Leader Bapak Surahman dari Dusun Ngemplak, Trimulyo, Sleman.

Kondisi sampai Oktober 2020, Kabupaten Sleman masih memiliki 25 Desa yang belum mendekarasikan Desa STBM, untuk itu  diperlukan adanya upaya dan terobosan yang cukup besar dan melibatkan semua pihak baik pemerintah terutama melalui Pokja Air Minu dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), masyarakat, maupun pihak swasta untuk melakukan sinkronisasi antar sektor terkait agar pembangunan sanitasi kedepan mencapai hasil yang maksimal khususnya pemenuhan target SDGs yaitu 100% akses sanitasi yang layak, 0% kawasan kumuh dan 100% akses air minum yang layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *